Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Hindari PHK, Jasa Marga Angkat 2.400 Pekerja Jadi Pegawai Tetap

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ditengah melambatnya ekonomi global, PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PTJasa Layanan Operasi (JLO) memastikan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Justru sebalik, BUMN tol akan mengangkat sedikitnya 2400 karyawan alih daya menjadi pegawai tetap untuk memberikan kepastian kerja bagi pekerja tol, sekaligus perbaikan kesejahteraan.

"Hingga saat ini ada sekurangnya 2400 tenaga alih daya menjadi pegawai tetap yang akan bekerja mendukung pengoperasian jalan tol, baik di Jabotabek maupun di luar Jabotabek," kata Direktur Utama PTJLO Septerianto Sanaf di Jakarta, kemarin.

Penegasan tersebut disampaikan menjawab rencana penolakan sebagian karyawan yang belum bersedia diangkat menjadi pegawai tetap di PTJLO melalui sejumlah aksi unjuk rasa pada akhir bulan ini.


Mereka menolak karena selama ini bekerja sebagai tenaga alih daya pada PT Jalan tol Lingkarluar Jakarta (PTJLJ).

Sanaf melanjutkan, langkah pengangkatan tersebut berdasarkan ketentuan yang diatur oleh Pemerintah bahwa tenaga kerja pengumpulan tol harus merupakan pegawai tetap dan tidak diperkenankan merupakan tenaga alih daya dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Untuk mendukung langkah itu, kata Sanaf, Jasa Marga telah membentuk PTJLO untuk menjadikan tenaga alih daya menjadi karyawan tetap di PTJLO.

Menurutnya, dibentuknya PTJLO ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemerintah 1000 km jalan tol dan untuk meningkatkan pelayanan.

Dengan terbentuknya perusahaan baru yang khusus memberikan jasa layanan pengoperasian jalan tol, tenaga alih daya pengumpulan tol diangkat menjadi pegawai tetap.

"Langkah ini juga memberikan kepastian kerja bagi tenaga alih daya pengumpul tol sekaligus perbaikan kesejahteraan," kata Sanaf.

Sebelumnya, Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat dalam keterangannya, menyebut penolakan dilakukan karena PTJLO akan mengambil alih operasional ruas tol Pondok Pinang - Kampung Rambutan â€" Rorotan, dan karenanya, mereka merasa dibohongi oleh manajemen.

"Selama ini, telah dikelola dengan sangat baik oleh PTJLJ dan memberikan keuntungan maksimal kepada PT Jasa Marga, Tbk," kata Mirah.

Pendapatan PTJLJ, lanjut Mirah, selama ini sangat baik, dan mampu memberikan keuntungan kepada Jasa Marga sebesar Rp 1,602 triliun (2012), Rp 1,336 triliun (2013), Rp 1,402 Triliun (2014). "Sehingga tidak ada urgensinya membentuk PTJLO," katanya. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya