Berita

ilustrasi/net

PB PMII Sesalkan Sikap Muhammadiyah yang Tolak Hari Santri

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 08:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PB PMII) menyayangkan adanya pihak yang menolak atas penetapan Hari Santri Nasional (HSN). Diketahui, Presiden Jokowi mengeluarkan Kepres tentang HSN pada tanggal 22 Oktober. Muhammadiyah adalah organisasi yang menolak HSN

"Kami sangat menyayangkan ada pihak yang tidak terima terhadap HSN," kata Sekretaris Bidang Agama dan Fatwa PB PMII, Yakin Simatupang kepada redaksi, Rabu (21/10).

Lebih lanjut alumni pesantren ini mengatakan, pihak yang menolak HSN tersebut harusnya melakukan evaluasi dan perenungan perjuangan santri dan kyai dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan negara Republik Indonesia.


"Kyai dan santri adalah salah satu kelompok yang tulus berjuang dan mempertahankan republik ini," tegas Yakin.

Yakin juga mengatakan, bahwa dengan ditetapkanya HSN ini adalah bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan kaum santri dan kyainya. "Sejarah sudah membuktikan loyalitas dan dedikasi, para kyai dan santri di Indonesia untuk membangun dan mengawal NKRI," tegasnya.

Yakin menilai bahwa ditetapkannya HSN tersebut bukan hanya dinikmati oleh satu kelompok saja, tetapi hal ini akan berlaku pada seluruh umat Islam sebagai apresiasi terhadap santri. "Ini bukan kepentingan satu kelompok melainkan ini adalah perayaan bagi semua Umat Islam," ujarnya lagi saat konfirmasi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya