Berita

Politik

Rakyat Belum Merasakan Janji Manis Jokowi

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setahun pemerintahan Jokowi-JK dinilai belum memenuhi harapan, terutama meningkatkan perekonomian masyarakat kecil. Bahkan, kebijakan yang dibuat Jokowi-JK tidak berpihak kepada rakyat kecil.

"‎Sudah setahun pemerintahaan Jokowi-JK berjalan tapi apa yang dirasakan oleh rakyat belum berarti," kata a‎ktivis yang kini terjun di dunia politik sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono ‎ketika menyampaikan ‎pernyataan sikap "Maklumat Oposisi" Rapor Merah  Pemerintahan Jokowi-JK Lawan" di Jakarta, Senin (19/10).

‎Ferry yang ditemani aktivis Pergerakan Indonesia Alin Lubis dan aktivis Serikat Perjuagan Rakyat Indonesia Marlo Sitompul menyesalkan dengan gaya kepemimpinan Jokowi-JK yang belum dapat memenuhi harapan rakyat.

‎"Karena itu kami dan rekan-rekan perlu mengingatkan dan meminta tegas agar Jokowi-JK dapat berkerja sesuai harapan masyarakat, terutama meningkatkan perekomian bangsa, membuat kenyamanan masyarakat," tegas Ferry yang pernah dijebloskan ke penjara saat era Presiden SBY karena menolak kenaikan harga BBM.‎‎

H‎ingga saat ini, katanya, Jokowi-JK belum menjalankan janji-janjinya saat kampanye Pilpres 2014 lalu. Malahan, kebijakan ekonomi yang dibuat merugikan rakyat, tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan PHK dimana-dimana.

‎"Seharusnya pemerintahaan Jokowi dapat berjalan dan memenuhi harapan rakyat, apalagi Koalisi Merah Putih (KMP) yang dianggap musuh besar, tapi nyatanya bilamana ada kebijakan Jokowi-JK KMP mendukung. Namun hingga saat ini belum ada dan dirasakan apa yang dilakukan Jokowi untuk rakyat," kata Ferry lagi.

‎Menurutnya, Jokowi seharunya berterima kasih dan bisa memanfaatkan dukungan KMP yang selalu merespon positif setiap kebijakan pemerintah yang baik. Namun sayangnya upaya Jokowi tidak memberikan yang terbaik untuk rakyat.[dem]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya