Berita

Olahraga

Menpora Janji Kemeriahan Sepakbola Terus Berlanjut Setelah Piala Presiden

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 20:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Laga final Piala Presiden 2015 berlangsung meriah. Tak kurang dari 70 ribu pasang mata melihat langsung pertandingan Persib lawan Sriwijaya FC di Stadion GBK, sementara jutaan pasang mata menyakisikannya lewat layar kaca, Minggu (18/10) malam.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan, kemeriahan laga Piala Presiden 2015 membuktikan bahwa kekhawatiran dan citra negatif yang selama ini dibangun oleh pihak-pihak tertentu, tidak terbukti.

"Kemeriahan laga ini membuktikan bahwa gairah sepakbola adalah berkat, oleh dan untuk masyarakat pecinta bola yang akan terus didorong oleh pemarintah," kata Imam sesaat sebelum laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sesaat sebelum laga digelar.


Menpora berharap akan banyak turnamen sepakbola yang bisa bergulir setelah Piala Presiden. Apalagi, kompetisi reguler di Tanah Air sedang vakum lantaran PSSI tengah dibekukan.  

"Kami terus mendorong agar semakin banyak operator yang melaksanakan turnamen dengan label piala yang lain, dan diikuti oleh semua klub tanpa melihat kasta. Nanti akan ada turnamen Panglima TNI, ada Indonesia Champion Cup dan lain-lain yang akan kita dorong. Sepakbola itu indah dan merupakan hiburan yang menyatukan perbedaan," tegas Imam.

Piala Presiden 2015 yang berada dibawah kendali pemerintah dengan operator Mahaka Sports, merupakan turnamen kedua ketika PSSI sedang beku. Sebelumnya, ada Piala Kemerdekaan yang sudah selesai 13 September lalu. Babak final Piala Presiden 2015 mempertemukan Persib Bandung melawan Sriwijaya FC.

Cak Imam mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang mampu menjaga sportivitas dan kondusivitas pada laga final ini. Baik pendukung Persib, Sriwijaya, maupun suporter Persija yang menjadi tuan rumah dari tempat digelarnya babak final kali ini. Juga kepada aparat keamanan yang sigap mengantisipasi munculnya kejadian yang tidak diinginkan.

Menpora mengungkapkan, suporter juga merupakan aset berharga yang harus dikelola dengan baik dan profesional oleh setiap klub. Suporter yang mampu menjaga sportivitas dan kondusivitas juga akan mengangkat pamor klubnya.

"Sepakbola itu menyatukan negeri ini, jangan terpecah belah gara-gara sepakbola," tambah Menteri asal Bangkalan, Madura ini.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya