Berita

foto:medan bagus

Nusantara

Begini Cara Polisi Gagalkan Peredaran 1 Ton Ganja di Medan

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 14:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 1 ton ganja kering dari Provinsi Aceh ke Kota Medan Provinsi Sumatera Urang, Minggu (18/10) dinihari.

Dari 1 ton ganja kering siap edar itu petugas mengamankan tiga orang kurir. Zulfan (30) warga Jalan Masjid Taufik Medan, serta Tika (28) dan Talib (31) warga Blangkejeren Aceh.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit mobil Avanza dengan nomor polisi BK 1532 IJ dan Colt Diesel BK 8538 CV yang mengangkut ganja kering tersebut.


Seperti dilaporkan Medan Bagus, awalnya petugas mendapat informasi adanya transaksi ganja di kawasan Pasar X Tembung pada Jumat (16/10) malam.

Mendapat informasi itu, petugas lalu melakukan undercover buy sebagai pembeli ganja sebanyak 40 Kg. Saat melakukan transaksi dengan petugas, pelaku Zulfan ditangkap berikut barang bukti 40 Kg ganja kering dan 1 unit mobil Avanza BK 1532 IJ.

Lalu saat petugas melakukan interogasi, pelaku mengaku akan ada masuk 1 ton ganja dari Aceh ke Medan melalui jalur Berastagi Kabupaten Karo.

Mendapat informasi itu, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan satu Unit Colt Diesel BK 8538 CV yang sedang parkir di Rumah Makan Sehati di Kawasan Bandar Baru, Sabtu (17/10) malam. Saat diperiksa, petugas menemukan 1 ton ganja yang ditutupi oleh buah kelapa pada bagian atasnya.

Selanjutnya, mobil cold diesel, satu ton ganja dan dua orang kurirnya diboyong ke Polsek Medan Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Fransisca Munthe ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

"Masih kita kembangkan dan akan dirilis, namun kita masih menunggu perintah dari bapak Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto," tukas Kompol Fransisca. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya