Berita

hmi

Pengurus PB HMI Nanti Tidak Boleh Miskin Ide

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 13:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 rencananya akan digelar di Pekanbaru Riau pada 1 hingga 5 November 2015. Kongres di Pekanbaru nanti memunculkan sejumlah kandidat ketua umum PB HMI seperti Ridwan Dalimunthe, M. Chairul Basyhar, Fikri Saidu, Mulyadi M. Tamsir dan lain-lain.

Mantan Wasekjen PB HMI Abdullah Amas berharap kongres nanti harus menjadi ajang kader HMI untuk menginterupsi arah perjalanan PB HMI yang semakin melempem dari isu-isu pembangunan ekonomi, negara dan agama.

"Pengurus PB HMI ke depan tidak boleh miskin ide, harus mampu menampilkan diri membawa PB HMI dengan fresh idea dan great performance," tutur Amas dalam rilisnya, Minggu (18/10).


Menurutnya, bila pengurus PB HMI yang akan datang masih miskin ide ditambah melupakan pengkaderan dan reformasi tata kelola pengkaderan, maka masa depan HMI akan mengalami madesu alias masa depan suram.

"Kita jengkel dan kecewa PB HMI di periode mendatang kurang progressif mengawal perkaderan dan mengayomi adik-adik cabang. Apa susahnya misalkan ada program bagi-bagi buku pengembangan diri sebagai bagian dari program perkaderan ke cabang-cabang, utamanya dari bidang PA dan BPL supaya PB HMI periode ke depan tidak seperti Iklan salah satu merk sepeda motor 'nyaris tak terdengar' di mata kader-kader daerah," terangnya.

Amas yang kini sebagai Direktur Eksekutif The Future Institute dan juga politikus Partai Solidaritas Indonesia menegaskan pengkaderan adalah harga mati. Ia optimistis Kongres HMI yang akan datang melahirkan figur pemimpin yang berkualitas.

"HMI diharapkan mampu menjadi kontainer bahan baku bagi gedung besar Indonesia baru, lokomotif bagi generasi baru Indonesia. InsyaAllah sesuai harapan kita ketua umum PB HMI terpilih di kongres nanti bukan figur main-main, dan bukan kongres yang sekedar 'transfer of power' peralihan kepemimpinan semata" tukas Amas. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya