. Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 rencananya akan digelar di Pekanbaru Riau pada 1 hingga 5 November 2015. Kongres di Pekanbaru nanti memunculkan sejumlah kandidat ketua umum PB HMI seperti Ridwan Dalimunthe, M. Chairul Basyhar, Fikri Saidu, Mulyadi M. Tamsir dan lain-lain.
Mantan Wasekjen PB HMI Abdullah Amas berharap kongres nanti harus menjadi ajang kader HMI untuk menginterupsi arah perjalanan PB HMI yang semakin melempem dari isu-isu pembangunan ekonomi, negara dan agama.
"Pengurus PB HMI ke depan tidak boleh miskin ide, harus mampu menampilkan diri membawa PB HMI dengan fresh idea dan great performance," tutur Amas dalam rilisnya, Minggu (18/10).
Menurutnya, bila pengurus PB HMI yang akan datang masih miskin ide ditambah melupakan pengkaderan dan reformasi tata kelola pengkaderan, maka masa depan HMI akan mengalami
madesu alias masa depan suram.
"Kita jengkel dan kecewa PB HMI di periode mendatang kurang progressif mengawal perkaderan dan mengayomi adik-adik cabang. Apa susahnya misalkan ada program bagi-bagi buku pengembangan diri sebagai bagian dari program perkaderan ke cabang-cabang, utamanya dari bidang PA dan BPL supaya PB HMI periode ke depan tidak seperti Iklan salah satu merk sepeda motor 'nyaris tak terdengar' di mata kader-kader daerah," terangnya.
Amas yang kini sebagai Direktur Eksekutif The Future Institute dan juga politikus Partai Solidaritas Indonesia menegaskan pengkaderan adalah harga mati. Ia optimistis Kongres HMI yang akan datang melahirkan figur pemimpin yang berkualitas.
"HMI diharapkan mampu menjadi kontainer bahan baku bagi gedung besar Indonesia baru, lokomotif bagi generasi baru Indonesia. InsyaAllah sesuai harapan kita ketua umum PB HMI terpilih di kongres nanti bukan figur main-main, dan bukan kongres yang sekedar 'transfer of power' peralihan kepemimpinan semata" tukas Amas.
[rus]