Berita

sutopo purwo nugroho/net

Humas BNPB: Wilayah yang Terbakar Masih Luas

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebaran titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan masih belum dapat dimatikan seiring makin keringnya musim kemarau. Hotspot di Sumatera dan Kalimantan fluktuatif jumlahnya. Wilayah yang terbakar pun meluas hingga Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pantauan Satelit Terra Aqua pada hari ini (Minggu, 18/10) di Sumatera terdapat 1.085 titik (Jambi 108, Kepri 10, Riau 57, Sumsel 871 dan Lampung 39). Sedangkan di Kalimantan 212 titik (Kalbar 36, Kalsel 11, Kalteng 156 dan Kaltim 9).

"Hotspot di Kalimantan ini kemungkinan lebih banyak karena sensor satelit tidak mampu menembus pekatnya asap di Kalteng," kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu (18/10).
 

 
Menurutnya, sebaran asap juga meluas. Berdasarkan citra satelit Himawari, sebaran asap meluas lagi hingga Singapura dan Malaysia meski dengan kepekatan sedang. Di Kalimantan hampir seluruh wilayah Kalimantan terkepung asap.

"Kondisi demikian menyebabkan jarak pandang berkurang. Pada pukul 10 Wib, jarak pandang di Pekanbaru 800 m, Kerinci 100m, Jambi 500 m, Palembang 5 km, Pontianak 1,8 km, Sintang 600 m, Palangkaraya 800 m, Muara Teweh 100 m, dan Tarakan 500 m," ungkapnya.

"Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 207 ugr/m3 (tidak sehat), Jambi 515 (berbahaya), Palembang 305 (sangat tidak sehat), Pontianak 299 (sangat tidak sehat), dan Palangkaraya 1.200 (berbahaya)," terang Sutopo.
 
Sutopo menambahkan, upaya pemadaman terus dilakukan. Luasnya wilayah yang terbakar dan hostpot yang menyebar menyebabkan pemadaman mengalami kendala. Kebakaran di Pedamaran, Tulung Selapan dan Air Suginan Kab OKI, Sumatera Selatan sangat besar. Tim Australia, Malaysia, dan Singapore mengatakan api masih besar dan sulit dipadamkan karena angin kencang dan hutan lahan yang terbakar luas. Bahkan personil Australia, mengatakan baru sekali ini menemukan kebakaran hutan lahan yang begitu besar selama 30 tahun dia bekerja memadamkan api.
 
"Bahan kimia sudah digunakan untuk pemadaman api dan memang efektif. Namun belum semua hotspot dapat dipadamkan," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya