Berita

siti nurbaya/net

Nusantara

Ini Usaha yang Sudah Dilakukan Menhut Siti Atasi Bencana Asap

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 14:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya memadamkan kobaran api akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Kita sudah berupaya melakukan pemadaman dengan menumpahkan 76 juta liter air di enam provinsi dan juga kita sudah berusaha dengan teknik modifikasi cuaca hujan buatan dengan penaburan garam lebih dari 200 ton," urai Siti usai rapat dengan pimpinan DPR terkait kabut asap di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 16/10).

Selain itu, lanjut menteri asal Partai Nasdem itu, pihaknya juga telah melakukan penyelidikan untuk pidana sekaligus perdatanya. Alhasil, sudah ada satu perusahaan yang masuk pengadilan untuk perdata.


"Saat ini sedang dilakukan penelitian terhadap 413 entitas bisnis yang lokasinya merupakan areal perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian LH atau dikeluarkan izinnya oleh pemda tetapi asal areanya dari kehutanan," tambahnya.

Ia juga memastikan sudah ada perusahaan yang dikenakan sanksi berupa pencabutan maupun pembekuan izin usahanya.

"Mungkin tidak bisa diselesaikan sekaligus sekarang, tetapi sesuai arahan Presiden Jokowi secara tegas dan konsisten pemerintah akan terus lakukan penindakan," jelasnya.

Untuk diketahui pula, beber Siti, di areal seluas 1,69 juta hektar yang terbakar ternyata 550 ribu hektar di antaranya merupakan lahan gambut. Sebab itulah pemerintah tetap melanjutkan evaluasi perizinan dan sedang disiapkan untuk melakukan kajian terhadap amdal.

"Jadi rupanya banyak izin-izin di waktu yang lalu terdapat banyak problem yang mana kita harus lihat, sehingga ke depannya dapat menjadi manfaat," jelasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya