Berita

Politik

Angkut Seluruh Koruptor Sumut ke Jakarta!

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 09:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Meski terkesan lamban, pembongkaran korupsi yang menggurita di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut diapresiasi.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Advokasi dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, Irvan Hamdani Hasibuan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/10).

Irvan berharap KPK tidak cepat merasa puas setelah menetapkan Sekjen DPP Partai Nasdem, Patrice Rio Capella menjadi tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dari tersangka Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti terkait pengamanan penanganan perkara bantuan daerah (bansos), tunggakkan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Sumut yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumut atau Kejaksaan Agung.


Menurut Irvan, selain memburu elit Ibukota di kasus ini, KPK juga harus menjerat para aktor lokal di Sumut.

Jelas dia, selain di Kajati Sumut dan Kejagung, indikasi suap dalam kasus ini juga tercium di DPRD Sumut. Mengingat, hak interpelasi yang dilayangkan dewan Sumut kepada gubernur selalu mandeg di tengah jalan.

"Saat interpelasi tiba-tiba berhenti, publik bertanya-tanya, apakah dewan sudah masuk angin?" ujarnya.

Duagaan suap di DPRD Sumut diperkuat dengan pemeriksaan terhadap semua anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. "Dan dugaan suap ini juga dikuatkan dengan adanya beberapa anggota DPRD Sumut yang mengembalikan uang ke KPK," ungkap Irvan.

Irvan menambahkan, selain legislatif, KPK juga seyogyanya 'melirik' para bupati dan walikota penerima dana bantuan keuangan kab/kota APBD Pemprov Sumut tahun 2011-2013. Dimana dalam kucuran dana tersebut diduga ada kongkalikong antara gubernur dengan para bupati dan walikota.

"Ini saatnya Sumut bersih-bersih. Angkut para koruptor Sumut ke KPK (Jakarta)," tukasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya