Berita

Politik

Mundurnya Patrice Rio Capella dari Nasdem dan DPR Patut Diapresiasi

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 00:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengunduran diri Patrice Rio Capllea dari Partai Nasdem dan DPR patut diapreasiasi. Rio Capella telah menciptakan preseden positif di kalangan pejabat-pejabat publik di Indonesia yang memiliki masalah hukum.

‎"Proses non aktifnya Rio Capella patut kita apresiasi. Sangat cepat, bahkan ia mundur secara gentelmen tanpa diminta parpol," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hiyataullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, di Jakarta, Kamis (15/10).

Ia menilai apa yang dilakukan Rio Capella sebagai tindakan yang sangat berani. Pangi berharap partai politik lain meniru apa yang dilakukan Rio Capella, di mana saat sesorang tersangkut kasus hukum bisa segera legowo dan meninggalkan jabatannya.

"Ini kultur politik yang mesti ditiru partai lain. Namun ini belum kiamat bagi Nasdem. Selama ini Nasdem membangun partai anti korupsi," ujar dia.

Rio Capella yang menjabat sebagai Sekjen Nasdem ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka suap dalam kasus bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pangi berharap, penetapan tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut tidak ada unsur politik. Sebabnya, penetapan Rio Capella dianggap sangat cepat padahal pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus yang menjeratnya belum semuanya selesai.

"Tak bisa dinafikkan bahwa yang memilih komosioner KPK adalah DPR. garis-garis politiknya bisa saja tetap tidak terputus. Namun yang jelas ditetapkan Rio Capella mudah-mudahan tidak ada unsur politiknya. Benar-benar atas prinsip dasar hukum yaitu penegakan hukum dan perlakuan yg sama warga negara di depan hukum‎," harapnya.

Saat ditanya apakah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh juga kemungkinan bisa terlibat dalam kasus yang menyeret mantan Sekjennya tersebut, Pangi menilai hal tersebut terlalu jauh.

"Kalau saya menilainya saat ini itu terlalu jauh, KPK fokus saja dulu atas Rio Capella dan saksi-saksi, kan pemeriksaan saksi-saksi belum semuanya clear diperiksa," demikian Pangi.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya