Berita

Setelah Rio Ditetapkan KPK sebagai Tersangka, Surya Paloh harus Bubarkan Nasdem!

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 20:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang kedua di Partai Nasdem itu diduga menerima suap berupa hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti‎ dalam kasus Bansos dan BDB Pemprov Sumut di Kejaksaan.

Saat ini Rio adalah anggota Komisi III DPR‎ RI. Dan sebelum jadi Sekjen, Rio tercatat sebagai ketua umum pertama Partai Nasdem.

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Sarwi Chaniago mengingatkan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh soal janjinya yang akan mengevaluasi keberadaan Partai Nasdem bila ada kadernya tersangkut korupsi.


"Semangat 'restorasi' yang mereka bangun dalam membawa perubahan khususnya pemberantasan korupsi akhirnya dirusak sendiri oleh kader-kader terbaik Surya Paloh. Dan tentu tidak ada salahnya lagi Surya Paloh berpikir kembali mempertimbangkan pernyataan untuk membubarkan partainya," kata Pangi di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 15/10).

Pangi menjelaskan dengan masuknya nama Rio menjadi tersangka di KPK tentu menambah daftar panjang bagi sejarah perpolitikan nasional bahwa tidak semua parpol bersih dari perkara korupsi.

"Nasdem tak ubah seperti parpol lain yang kadernya tersandung kasus korupsi. Dan KPK sekali lagi telah membuktikan jika mereka tidak sembarangan dan tak tebang pilih dalam menangani perkara kasus," tukas Pangi.

Saat membuka pembekalan caleg Partai Nasdem di Jakarta tahun 2013 lalu, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh berjanji partainya tidak akan cuci tangan bila ada kader yang tersangkut kasus pidana. Bahkan, bos Media Group itu juga berjanji untuk mengevaluasi keberadaan Partai Nasdem bila ada kadernya tersangkut korupsi.

"Tidak layak Partai Nasdem dipertahankan," tegas Surya Paloh waktu itu. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya