Berita

revli/net

Politik

Program Bela Negara Tidak Perlu Diperdebatkan dan Layak Didukung

RABU, 14 OKTOBER 2015 | 13:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wacana Kementerian Pertahanan mengenai program bela negara menuai pro kontra di tengah masyarakat. Tapi program itu dinilai langkah yang tepat karena ini sudah sesuai dengan UUD 1945.

Atas alasan itu, Wakil Ketua Bidang Politik Laskar Merah Putih Markas Provinsi DKI Jakarta, Revli menyebut bahwa program bela negara itu layak untuk didukung.

"Program bela negara yang dilontarkan oleh Kementerian Pertahanan wajib didukung. Ini sesuai Pasal 27 UUD bahwa sebagai warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara," sebutnya di Jakarta, Rabu (14/10).


Revli yang juga sebagai ketua Garda Pemuda Anti Narkoba itu menilai permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat, khususnya generasi muda seperti disintegrasi bangsa dan kenakalan remaja, dikarenakan kurangnya pemahaman soal bela negara.

"Maraknya narkoba, pergaulan bebas, dan kenakalan lainnya terjadi karena generasi muda kehilangan arah dan juga sudah hilangnya sifat kepahlawanan di tengah generasi muda hari ini," ujarnya.

Revli juga menyebut bahwa program ini merupakan kewajiban bersama-sama untuk kembali membangkitkan semangat kepahlawanan tersebut. Sehingga, diharapkan mereka menjadi pilar terdepan dalam memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara. Program ini juga bisa menjadi komponen cadangan dalam sistem pertahanan yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Jadi menurut saya, bahwa program ini tidak perlu diperdebatkan urgensinya, tinggal kita memberikan masukan kepada pihak terkait tentang materi dan isi yang akan diberikan dan program ini hendaknya diberikan sejak dini dengan model dan metode yang disesuaikan setiap jenjangnya," tegas Revli.

Tidak hanya itu, untuk mensukseskan program bela negara tentu harus ada kerjasama dengan kementerian lainnya seperti Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

"Ini menjadi sangat penting demi suksesnya program tersebut, di samping itu peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan," tukas Revli yang juga merupakan Alumni Lemhanas Pemuda angkatan ke-II. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya