Berita

Mau Atasi Asap, Jokowi Dinilai Cuma Lari-lari Pencitraan di Tengah Hutan

SELASA, 13 OKTOBER 2015 | 18:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Gerindra menilai Presiden Jokowi tidak serius menangani bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan, Jokowi turun ke lokasi kebakaran hanya pencitraan.

"Ke Kalimantan, ke Sumsel dan ke Padang, Jokowi hanya lari-lari pencitraan. Buktinya, api belum padam, bahkan titik api tambah banyak,"‎ kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra ini di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 13/10).


Bencana asap sudah berlangsung hampir tiga bulan, tapi pemerintah belum bisa mengatasinya.‎ SAH melihat pemerintah tidak fokus.

"Sebenarnya Jokowi tidak perlu hadir di lokasi. Tapi koordinasinya harus jalan," ungkap legislator dapil Jambi itu.

Menurut SAH, dengan tidak menetapkan bencana kabut asap menjadi bencana nasional menjadi alasan bencana itu lama bisa diselesaikan. Kalau ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganannya akan fokus. Karena dengan otomatis personil,‎ peralatan dan anggaran akan tersedia, serta sistem koordinasinya akan rapi.

Sebelumnya dalam Sidang Paripurna DPR hari ini (Selasa, 13/10), SAH sempat mengajukan interupsi meminta pimpinan dan semua anggota dewan agar mendesak pemerintah lebih serius untuk menangani bencana asap.‎ Menurutnya, bencana asap sudah merusak semua sendi-sendi kehidupan masyarakat. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya