Berita

Fadli Zon:‎ Orang-orang MKD Terlalu Ngebet‎

SELASA, 13 OKTOBER 2015 | 16:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon punya alasan kenapa belum memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Menurutnya, panggilan yang dilayangkan MKD tidak menyebutkan perkara terkait pemanggilannya. Karena MKD hanya meminta keterangan terkait dengan pelaksanaan konferensi IPU (Inter-Parliamentary Union) di Amerika Serikat.

"Itu kan bukan materi perkara. Yang diadukan kepada saya itu apa? Soal apa? Tidak sebut soal Donald Trump, tidak nyebut apa-apa? Masa kita mau dimintai keterangan kita enggak tahu apa yang mau diberi keterangan," kata Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 13/10).


Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan orang-orang di MKD itu terlalu ngebet‎. Dalam penyelidikan itu harus bersifat rahasia, itu ada dalam tata beracara, mereka (MKD) tidak pelajari.

"Materi-materi perkara itu diumbar itu tidak bisa, itu menyalahi etik, yang namanya Junimart Girsang dengan Sarifuddin Suding (dua anggota MKD), enggak ngerti hukum dia," ujarnya.

Fadli menambahkan, materi perkara tanpa pengaduan masih belum disampaikan oleh MKD kepadanya dan kepada pimpinan Fraksi Gerindra. Sedangkan materi perkara pengaduan tersebut selain menjadi hak bagi teradu juga diperlukan agar teradu mengetahui secara jelas pokok perkara yang diadukan dan dapat mempersiapkan bahan pembelaan.

"Jadi perkaranya apa? Ini kan ada orang-orang tertentu di MKD ini mau mengada-ada. Ya kita lihat dulu materi perkaranya apa? Surat mereka tidak menyebut apa-apa. Karena di dalam UU dengan surat resmi. Jadi mereka harus pelajari sendiri peraturannya," demikian Fadli.

Diketahui, Fadli Zon dan Ketua DPR Setya Novanto dalam pemanggilan yang kedua kembali mangkir (Senin, 12/10). Pemanggilan itu t‎erkait dugaan pelanggaran kode etik saat pertemuan mereka dengan bakal Capres AS Donald Trump. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya