Berita

Supiadin Aries Saputra/net

Komisi I: Waspadai Gerakan Merusak Moral Lewat Medsos

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 19:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi I DPR RI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra meminta masyarakat untuk menjaga moral generasi muda.

Permintaan itu ia sampaikan di hadapan ribuan ibu-ibu Majelis Ta'lim dalam acara Tabligh Akbar di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Minggu, 11/10).

Tabligh Akbar itu menghadirkan Ustad Kembar Muhammad Yusuf (Adi) dan Muhammad Alwi Yusuf (Alwi) dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1437 H dengan tema 'Melalui Peringatan Tahun Baru Islam 1437 H Kita Junjung Tinggi Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin'.


Supiadin memaparkan bahwa ada bangsa asing yang tidak ingin Indonesia besar. Mereka menyerang bangsa Indonesia dengan merusak budaya dengan sasaran utama generasi muda.

"Ada negara asing yang tidak suka kalau Indonesia besar. Mereka sengaja mau merusak moral generasi muda kita, karena kalau moral generasi muda kita rusak maka rusaklah negara dan bangsa kita," papar anggota Fraksi Partai NasDem itu mengingatkan.

Supiadin menegaskan dalam persaingan dunia yang semakin ketat saat ini, peperangan antar bangsa tidak melalui angkatan perang yang membutuhkan biaya besar, tetapi melalui perang budaya lewat media massa dan media sosial (medsos).

Meskipun memberi kemudahan, teknologi informasi memiliki dampak negatif jika tidak dikendalikan dengan baik. Informasi yang masuk ke rumah melalui televisi dan internet memiliki dampak negatif terhadap perkembangan moral anak-anak.  

Disamping merusak moral, lanjut Supiadin, potensi merusak persatuan bangsa juga masuk melalui aliran-aliran keagamaan yang menyimpang. Mereka mengaku sebagai aliran agama tetapi sebenarnya hanyalah gerakan politik. Seperti gerakan ISIS yang mengaku sebagai gerakan Islam padahal itu hanyalah gerakan radikal.

Mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh ini meminta kepada para orang tua untuk menjaga anak-anaknya dari serangan masuknya aliran menyimpang yang berpotensi merusak persatuan bangsa. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya