Berita

foto:net

Jokowi Didorong Selesaikan Polemik Reklamasi Pantai Utara Jakarta

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 17:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokwi dinilai memahami urgensinya reklamasi pantai utara Jakarta. Ide reklamasi ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh Ibukota yang kekurangan wilayah daratan, sementara populasi penduduk terus meningkat. Untuk itulah reklamasi ini perlu dilakukan dengan harapan wilayah daratan Jakarta akan menjadi luas melalui rekayasa ruang tersebut.

"Reklamasi adalah salah satu solusi dalam mengatasi masalah kurangnya lahan yang kita miliki. Disamping itu, jumlah penduduk yang terus bertambah pun sudah menjadi masalah yang harus dipikirkan jalan keluarnya. Untuk itulah kita perlu melakukan reklamasi dengan harapan melalui reklamasi ini luas daratan di Jakarta akan bertambah untuk menampung pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat," kata praktisi tanggul laut dan pengendalian banjir, Sawarendro di Jakarta, Minggu (11/10).

Menurutnya, wacana moratorium atau pembekuan izin reklamasi pantai utara Jakarta yang dikatakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, dinilai kurang tepat. Pasalnya bukan kapasitas Menteri Susi untuk melakukan pembekuan izin reklamasi.


"Wilayah yang akan direklamasi masuk dalam teritorial DKI Jakarta dan kebijakannya ada pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Sawarendro.

Sawarendro menghawatirkan reaksi Menteri Susi dalam menyikapi reklamasi bisa membuat semakin panas pertentangan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, jika Susi dibenturkan dengan Ahok, sepertinya kurang cukup baik.

"Mereka berdua sama-sama memiliki temperamen yang cukup tinggi, sama-sama keras, dan sedikit unik jika dibandingkan dengan para pejabat lainnya," ujar Sawarendro.

Menurutnya, akan lebih baik lagi bila Presiden Jokowi juga ikut andil dalam menyelesaikan polemik terkait reklamasi ini. "Toh saat menjadi Gubernur DKI, Jokowi juga sangat memahami urgensi pembangunan reklamasi untuk kepentingan pembangunan DKI Jakarta," ungkap Sawarendro.

Sawarendro juga menilai pengoptimalan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu tidaklah strategis untuk pengembangan pembangunan DKI Jakarta. Menurutnya, pengoptimalan itu tidak terlalu efektif untuk dijadikan tempat tinggal jika penghuninya bekerja di Jakarta.

Selain itu, tambah Swarendro, pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu juga tidak terlalu luas. Sementara jika dilakukan reklamasi 17 pulau, akan menghasilkan 5.000 ha tanah daratan yang baru.

"Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu hanya cocok untuk dijadikan pengembangan tempat wisata," tukas dia. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya