Berita

riska mariska/net

Hukum

PDIP: KPK Seharusnya Bijak Sikapi Revisi UU

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 11:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya lebih bijaksana dalam melihat polemik revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, bukan malah menunjukkan sikap penolakan.

Permintaan tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR RI Risa Mariska, Minggu (11/10). Pernyataan tersebut disampaikan Riska menanggapi statement Komisioner KPK Tauffiqurrahman Ruki yang menyatakan bahwa revisi UU dapat melemahkan KPK sehingga harus dilawan.

"Semua undang-undang pasti akan dilakukan perubahan dan pembaharuan, tidak ada undang-undang yang tidak di rubah bahkan UUD 45 saja di-amandemen, UU KPK juga kan bukan kitab suci yang tidak bisa diubah," paparnya.


Karena itu sebaiknya, menurut politisi PDI Perjuangan ini, KPK bisa memberikan cara pandang yang berbeda kepada masyarakat bahwa revisi UU KPK memang perlu dilakukan agar ke depan kinerja lembaga anti rasua bisa lebih efektif.

Terkait pasal-pasal yang akan direvisi, katanya, tentu masih memerlukan pembahasan apalagi draftnya masih bersifat usulan yang belum tentu semuanya akan disetujui oleh DPR.

Risa membantah bahwa revisi UU KPK dilakuan untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK. Di dalam beberapa kasus, DPR meminta peran serta KPK untuk memeriksa potensi adanya dugaan Korupsi karena dewan meyakini kemampuan KPK dalam mengungkap kasus korupsi.

"Kami khawatir terhadap pihak-pihak yang saat ini mati-matian membela KPK, ada kepentingan apa hingga mereka sangat ekstrim menolak revisi UU. Padahal di dalam perjalanannya KPK juga menemukan hambatan dan kelemahan yang tidak diatur dalam UU-nya," kata Riska.

"Sebagai lembaga independen yang bebas dari kepentingan manapun, KPK tidak perlu khawatir apalagi takut karena Undang Undangnya akan direvisi. Perlu diingat, tidak satupun lembaga di negara kita yang tidak melalui proses check and balances.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya