Berita

net

Bisnis

UKM dan Industri Kreatif Masih Kurang Diperhatikan

SABTU, 10 OKTOBER 2015 | 05:45 WIB | LAPORAN:

Pemerintah dinilai masih kurang memerhatikan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta industri kreatif dalam kebijakan di bidang perekonomian. Padahal, sektor-sektor tersebut tidak terpengaruh gejolak pasar global yang masih belum menentu hingga kini.

"Imbas gejolak di pasar global kan tidak begitu menyentuh sektor UKM serta industri kreatif. Karena itu di sektor ini, walaupun berskala kecil dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional masih di bawah lima persen, tapi sangat layak diandalkan sebagai solusi penggerak ekonomi nasional," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Perbankan dan Finansial Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangan kepada redaksi, Sabtu (10/10).

Menurutnya, sektor UKM dan industri kreatif selama ini hanya mendapat porsi kecil di dalam kebijakan bidang perekonomian. Padahal, seharusnya sektor-sektor tersebut patut ikut didorong karena lebih kokoh dalam menghadapi gejolak pasar global, ketimbang industri-industri besar.


Rosan mencontohkan Kota Bandung selama ini menjadi pusat industri kreatif dan UKM nasional. Bandung sudah lama dikenal sebagai pusat kreativitas dalam hal desain, fashion, arsitektur, film dan video, radio, musik, hingga teknologi perangkat lunak. Bandung pun dikenal juga sebagai trend setter dalam hal mode bagi kaum muda.

"Tantangan yang dihadapi industri kreatif ini adalah minimnya kebijakan yang mendukung iklim kreasi. Misal dalam hal perizinan, investasi, permodalan, dan perlindungan hak cipta," ujarnya.

Problem lainnya adalah industri kreatif yang acapkali berskala rumahan masih jalan sendiri-sendiri, belum bersinergi untuk memperkuat posisi tawar di pasar.

"Ini butuh formula rantai ekonomi yang mencakup kegiatan kreasi, produksi, dan distribusi. Bila rangkaian itu bisa sinergi maka nilainya bisa lebih besar," tutur Rosan.

Dia menambahkan, sektor yang terbukti berkontribusi bagi roda perekonomian provinsi dan mempunyai peluang pasar yang besar harus bisa mendapatkan prioritas pemerintah. Salah satunya produk teknologi informatika yang terbukti menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Jawa Barat pada Triwulan II-2015 sebesar 19,12 persen.

"Di Indonesia banyak usaha-usaha kecil yang berpotensi bisa meningkatkan marketnya lebih luas. Melalui bantuan pembiayaan, banyak UKM lokal yang naik ke level lebih tinggi. Tentu saja selain UKM potensial, lini-lini bisnis yang terkait pariwisata masih menyisakan peluang yang besar juga," jelas Rosan. [wah] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya