Berita

net

Bisnis

Paket Ekonomi Jilid III Belum Jawab Masalah

SABTU, 10 OKTOBER 2015 | 01:11 WIB | LAPORAN:

Materi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid III yang diumumkan 7 Oktober lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum menyentuh permasalahan mendasar pelemahan ekonomi bangsa.

Pengamat ekonomi dari Management Economy Development (Mecode) Studies Mangasa Augustinus Sipahutar mengatakan, dalam paket tersebut pemerintah kembali hanya mengakomodir kepentingan pengusaha, bukan memberi solusi bagi masyarakat kecil yang terdampak merosotnya perekonomian nasional.

Dia mencontohkan kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Di mana, pemerintah hanya menurunkan harga BBM jenis Solar bersubsidi dan non-subsidi dengan besaran hanya Rp 200 per liter. Sementara untuk harga Premium yang justru banyak digunakan masyarakat miskin tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp 7.300 - Rp 7.400 per liter.


"Semua kebijakan dari pemerintah itu bukan untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yang utama. Pada saat ini kan masalah utama yang dihadapi rakyat soal pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pendapatan yang menurun, sehingga terjadi penurunan dalam daya beli," jelas Mangasa kepada wartawan, Jumat (9/10).

Dia memahami bahwa pemerintah berupaya memperbaiki pelemahan ekonomi nasional dengan mendorong sektor industri. Yakni dengan menurunkan harga BBM industri dan memberi kemudahan pengusaha diharapkan biaya produksi jadi turun yang berdampak menurunnya harga barang kebutuhan pokok, sehingga diharapkan daya beli masyarakat mengalami peningkatan.

"Tapi itu semua kan cuma harapan. Pertanyaan selanjutnya, apakah benar nanti konsumsi akan meningkat, apakah nanti industri benar akan menurunkan harga barang produksinya. Kan ini sekarang pendapatan masyarakat sedang mengalami penurunan, kemudian malah ada PHK di mana-mana, dari mana mau meningkatkan," jelas Mangasa.

Jangan sampai kebijakan menurunkan harga BBM jenis Solar yang banyak digunakan sektor industri hanya menambah keuntungan kalangan pengusaha. Sementara, harga barang produksi masih tetap sama sehingga tidak berdampak ke masyarakat kecil. Kemudian, pemerintah juga berharap segala macam kemudahan yang diberikan dengan melonggarkan birokrasi investasi nantinya dapat tercipta lapangan kerja baru. Akan tetapi, itu hanya sebatas harapan yang belum tentu nantinya terealisasi atau menjadi solusi.

"Penciptaan lapangan pekerjaan, siapa yang mau membangun produksi. Di sini terlihat tidak ada penguatan fundamental, ini yang menjadi keraguan pasar. Intinya pemerintah hanya bisa berharap investasi masuk lalu berharap harga barang konsumsi masyarakat turun, cuma berharap. Maka kebijakan tadi menurut saya belum menjawab permasalahan kita," beber Mangasa yang juga kandidat Doktor Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. [wah] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya