Berita

Khatibul Umam Wiranu/net

Politik

Demokrat:‎ Mengkhawatirkan, Pendidikan Islam Dikelola Kemenag Secara Asal-asalan

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 13:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Para pejabat Kementerian Agama (Kemenag) mulai dari Sekjend sampai Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) tidak memiliki komitmen bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam. Banyak saran dan masukan DPR yang tidak didengar. Hal itu juga menjadi temuan pokok oleh Panja Pendidikan Islam yang dibentuk oleh Komisi VIII sejak 15 Agustus lalu.

Demikian diungkapkan‎ Anggota Komisi VIII DPR RI, Khatibul Umam Wiranu dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (8/10).

‎"Pendidikan Islam dikelola Kemenag secara asal-asalan sangat mengkhawatirkan," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Kekhawatiran itu, lanjut Khatibul, didasarkan pada ketidakmampuan mereka membuat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL). Padahal, RKA/KL itu adalah potret sesungguhnya apa yang akan dikerjakan di tahun depan.

Menurutnya, ketidakmampuan dirjen Pendis dan Sekjend Kemenag dalam mengurus pendidikan Islam, terbukti nyata pada rapat konsinyering Komisi VIII yang terpaksa dihentikan karena mereka tidak bisa menyajikan RKA/KL. Padahal, dalam rapat kerja sebelumnya juga sudah pernah terjadi ditutup tanpa kesimpulan akibat tidak adanya rincian kegiatan yang diminta Komisi VIII.

"Ada kesan bahwa program kerja ditutup-tutupi. Tidak jelas apa alasannya sehingga mereka menutup itu bahkan ke DPR yang memiliki tugas pengawasan dan penganggaran," imbuhnya.
Memang, sambung Khatibul, pasca putusan Mahkamah Konstitusi bahwa DPR tidak lagi membahas di satuan tiga/program kerja, namun putusan itu bukan berarti DPR tidak boleh mengetahu apa saja yang akan dikerjakan selama setahun ke depan.

"Cara kerja pejabat Kemenag ini menunjukkan sikap kontra-konstitusional. Saya ‎meminta Menteri Agama mengganti atau setidaknya memberi peringatan keras kepada anak buahnya untuk bekerja secara benar dalam pembahasan RKA/KL. Jargon madrasah lebih baik, tidak tercermin dalam kerja para pejabat Kemenag," tukasnya. [ian]
"Cara kerja pejabat Kemenag ini menunjukkan sikap kontra-konstitusional. Saya ‎meminta Menteri Agama mengganti atau setidaknya memberi peringatan keras kepada anak buahnya untuk bekerja secara benar dalam pembahasan RKA/KL. Jargon madrasah lebih baik, tidak tercermin dalam kerja para pejabat Kemenag," tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya