Berita

Miranti Serad Ginanjar Lestarikan Warisan Batik Kudus Lewat Buku

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Batik Kudus merupakan salah satu warisan kekayaan seni dari para leluhur, yang sangat penting untuk dilestarikan, sehingga keindahan dan nilai-nilai yang terkandung dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Pelestarian Batik Kudus dapat dilaksanakan melalui pembudayaan untuk mengenakannya dan pemberdayaan sumber daya untuk memproduksi dan mengembangkannya secara berkelanjutan.

Demikian disampaikan Pembina Batik Kudus, Miranti Serad Ginanjar. Dan sebagai bagian dari cara menjaga warisan tersebut, Miranti pun meluncurkan sebuah buku bertajuk "Batik Kudus The Heritage." Buku ini diluncurkan pada 2 Oktober lalu, bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional.


Miranti menjelaskan bahwa batik yang berasal dari utara pulau Jawa ini, telah populer sejak era Sunan Kudus di abad ke-16. Pada era Sunan Kudus, atau Syekh Jafar Shodiq, Batik Kudus berpusat di Langgar Dalem dan terkenal dengan motif Langgar Dalem yang kental dengan sentuhan Islam. Pada masa itu juga, semua wanita di Langgar Dalem dapat membatik Kudus demi memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat sekitar dan Sunan Kudus sendiri.
 
Setelah masa Sunan Kudus, sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an Batik Kudus mengalami asimilasi dengan kebudayaan Tionghoa. Muncul nama seniman besar seperti Ny Liem Boe In yang memberikan warna baru pada motif Batik Kudus. Pada tahun 1950-an seniman lainnya seperti Liem Boen Gan, Kwe Suiauw, Ok Hwa, dan Gan Tjioe Gwat muncul memberi ide-ide baru dalam motif Batik kudus.

Dengan adanya peluncuran Buku Batik Kudus The Heritage ini, Miranti ingin berbagi cerita Batik Kudus secara mendalam dari masa ke masa, dan untuk menggali kembali kekayaan Batik Kudus yang sudah nyaris punah dan kurang diapresiasi oleh masyarakat.

"Buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pecinta wastra maupun para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk lebih mengenal Batik Kudus yang merupakan bagian dari batik pesisir dan sejarah batik di Indonesia," kata Miranti dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 8/10).

Sebagai anak bangsa yang peduli terhadap budaya dan seni, Miranti Serad Ginanjar, selalu teringat  pesan ayahanda tercinta, untuk selalu melakukan " pembudayaan dan pemberdayaan." Pesan ini menjelaskan bahwa bila sesuatu sudah menjadi budaya otomatis menjadi kebiasaan.

"Nafas kehidupan ada  disitu, bagaimana membudayakan  batik menjadi  sumber kreatif dengan berbasis budaya setempat. Kalau sudah menjadi pemberdayaan, orang itu tidak terbatas hanya tahu dan  mengerti tapi mampu melaksanakan hingga bermanfaat bagi dirinya,orang lain dan bangsanya," demikian Miranti. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya