Berita

net

Politik

Lebak, Tolok Ukur Kemakmuran Indonesia

SENIN, 05 OKTOBER 2015 | 02:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabupaten Lebak menjadi tolok ukur kemakmuran tidak hanya bagi provinsi Banten tetapi juga Indonesia dalam pembangunan 70 tahun kedua Kemerdekaan RI, atau yang dikenal dengan istilah G-70.

Demikian diungkapkan Kordinator Panitia Daerah (Panda) G-70 Propinsi Banten, Ananta Wahana di Serang, Minggu (4/10).

Pernyataan Ananta ini terkait dengan rencana seminar bertema "Revolusi Mental Menuju Banten Yang Sejahtera dan Bermartabat" pada Selasa (6/10) di Universitas Tirtayasa, Serang, Banten. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan Kapsul Waktu yang berisi mimpi rakyat seluruh Indonesia.


Ke dalam kapsul yang diboyong menjelajah ke seluruh Indonesia itu, setiap provinsi memasukan tujuh mimpi yang diharapkan oleh masyarakatnya.
 
Dijelaskan Ananta, Kabupaten Lebak dikenal di seluruh dunia pada waktu itu karena novel "Max Havelaar" yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker pada tahun 1860 di Belgia. Noveli yang ditulis Multatuli, begitu nama samaran Eduard Douwes Dekker, berisi kisah nyata tentang pembiaran pemerintah Belanda atas praktik perbudakan, korupsi dan penindasan yang dilakukan pemerintah pribumi.
 
"Jadi kalau mau bicara soal mimpi, kita harus bicara sejarah. Bagaimana menghapus nama Lebak yang serba miskin, tertindas dari novel Max Havelaar, itu persoalannya," kata Ananta.

"Selama masyarakat Kabupaten Lebak tidak sejahtera, Max Havelaar akan terus dikenang sebagai Lebak yang berwajah buruk. Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Banten pada waktu kapanpun adalah menghapus gambaran buruk tentang Lebak versi Max Havelaar dan menggantikannya dengan novel baru yang mengisahkan Lebak yang sejahtera," sambung Ananta yang juga pengasuh Padepokan Kebudayaan, Karang Tumaritis Tangerang.

Seminar sendiri rencananya akan menghadirkan Gubernur Banten, Rano Karno sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Pembicara lain adalah, Bondan Gunawan (Tokoh Nasional), Prof. Dr. H. Soleh Hidayat, M.Pd ( Rektor Untirta), Prof. Dr. H.MA Tihami, MM ( Sosiolog Banten), H. E. Rahmat Taufik P.Hd ( Ketua STIE Banten), Ito Prajna Nugroho ( Filosof Muda).

Kemudian, Drs. H. M. Agus Salim M.Pd ( Kepala Kanail Depag Banten), Asep Rahmatullah ( Ketua DPRD Banten), Drs. H. Ranta Soeharta (Sekda Provinsi Banten) dan akan dipandu oleh AM Putut Prabantoro, konsultan komunikasi politik.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya