Berita

NASA: Asap dari Indonesia Bisa Jadi yang Terburuk dalam Catatan Sejarah

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 21:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bencana asap yang menyebar dari hutan Indonesia di Kalimantan dan Sumatera, serta merambah ke negeri tetangga berpeluang menjadi salah satu bencana terburuk dalam catatan sejarah.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang merupakan salah satu kota yang terkena dampak dari asap itu, misalnya, Pollutant Standards Index (PSI) sempat menyentuh angkat 1.936. Angka ini jauh lebih besar dari ambang minimal polusi berbahaya, yakni 350.

Sejumlah pandangan yang dikumpulkan media Singapura, The Straits Times, menyebutkan, krisis asap tahun ini mendekati krisis serupa di tahun 1997.


Sementara menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), musim kering yang berkepanjangan akan membuat kualitas udara semakin rusak di kawasan yang terdampak.

"Kondisi di Singapura dan kawasan di tenggara Sumatera diperkirakan mendekati situasi 1997," ujar Dr. Robert Field, ilmuwan Columbia University yang bekerja untuk Pusat Studi Ruang Angkasa Goddard Institute milik NASA, seperti dikutip Agence France-Presse.

"Bila perkiraan musim kering berkepanjangan, diperkirakan bencana 2015 akan berada di antara daftar bencana paling parah dalam catatan (sejarah)," ujarnya.

Menurut media Singapura, pakar lingkungan di negeri tetangga itu cenderung setuju dengan pandangan Dr. Field.

Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Singapura, menekankan bahwa pihak Singapura telah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam pertemuan hrai Kamis (1/1). Tetapi pihak Indonesia mengatakan, memiliki sumber yang cukup untuk menghadapi bencana itu. [dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya