Bencana asap yang menyebar dari hutan Indonesia di Kalimantan dan Sumatera, serta merambah ke negeri tetangga berpeluang menjadi salah satu bencana terburuk dalam catatan sejarah.
Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang merupakan salah satu kota yang terkena dampak dari asap itu, misalnya, Pollutant Standards Index (PSI) sempat menyentuh angkat 1.936. Angka ini jauh lebih besar dari ambang minimal polusi berbahaya, yakni 350.
Sejumlah pandangan yang dikumpulkan media Singapura, The Straits Times, menyebutkan, krisis asap tahun ini mendekati krisis serupa di tahun 1997.
Sementara menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), musim kering yang berkepanjangan akan membuat kualitas udara semakin rusak di kawasan yang terdampak.
"Kondisi di Singapura dan kawasan di tenggara Sumatera diperkirakan mendekati situasi 1997," ujar Dr. Robert Field, ilmuwan Columbia University yang bekerja untuk Pusat Studi Ruang Angkasa Goddard Institute milik NASA, seperti dikutip
Agence France-Presse.
"Bila perkiraan musim kering berkepanjangan, diperkirakan bencana 2015 akan berada di antara daftar bencana paling parah dalam catatan (sejarah)," ujarnya.
Menurut media Singapura, pakar lingkungan di negeri tetangga itu cenderung setuju dengan pandangan Dr. Field.
Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Singapura, menekankan bahwa pihak Singapura telah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam pertemuan hrai Kamis (1/1). Tetapi pihak Indonesia mengatakan, memiliki sumber yang cukup untuk menghadapi bencana itu.
[dem]