Berita

Gerindra: PDIP Bukan Lagi Partai Wong Cilik

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 00:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya tak lagi menjadi partai wong cilik karena sudah budeg alias tuli dengan nasib rakyat kecil.‎

Hal itu lantaran PDIP‎, melalui Bendahara Umumnya Olly Dondokambey, menyebut morat-maritnya perekonomian nasional saat ini tidak berdampak pada rakyat kelas bawah.

‎Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum ‎Partai Gerinda, Arief Poyuono‎, dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/10).

"Tolong PDIP jujur dan jangan bohongi rakyat. Dolar sudah makin perkasa terhadap rupiah. Ekspor komoditi makin nyungsep sementara impor bahan pangan makin gila-gilaan. Belum lagi impor bahan baku industri menurun. Kok dibilang tidak pengaruh. Bohong besar kalau daya beli masyarakat kecil dibilang masih kuat," papar Arief.‎

Arief menilai anggapan PDIP bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar hanya berpengaruh pada para pengusaha dan tidak berdampak pada kehidupan wong cilik merupakan anggapan yang salah.‎

"Ini seperti orang yang lagi mimpi di siang bolong. Atau mungkin PDIP sudah tidak punya sense of economy crisis," kata Arief.‎

Menurut Arief kondisi ekonomi saat ini tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada1998. Krisis berdampak pada semua lapisan  masyarakat mulai dari konglomerat hingga masyarakat kecil.

‎Pengaruh krisis bagi para konglomerat ditandai dengan banyaknya perusahaan yang default untuk membayar utang bank. Untuk masyarakat menengah, krisis mengakibatkan penghasilan mereka sudah tidak dapat disisikan sebagai tabungan serta banyak menunggak pembayaran, seperti pembayaran cicilan kendaraan dan rumah.

‎Sedangkan untuk masyarakat kecil yang bekerja di sektor formal, sudah banyak yang di-PHK. Setidaknya sudah 470 ribu pekerja yang dirumahkan.

‎"Adapun untuk  masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal, akibat kondisi saat ini sudah banyak yang menutup usahanya," demikian Arief Poyuono.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya