Berita

Ini Kata Gubernur Soekarwo Soal Kasus Salim Kancil

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 20:57 WIB | LAPORAN:

Gubernur Jawa Timur Sukarwo angkat bicara soal penambangan pasir liar‎ di Desa Selo Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur.

Penambangan pasir itu berujung pada tewasnya aktivis penolak tambang liar dan melukai rekannya, Tosan yang kemudian dikenal dengan Salim Kancil.

Menurut Sukarwo, aktivitas penambangan oleh PT Indo Mining Moderen Sejahtera (IMMS) legal. Namun, karena Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharuskan mendirikan smelter dan PT IMMS tak sanggup, maka aktifitas penambangan di sana dibekukan.


"Sebetulnya legal, bahkan pada saat pemeriksaan KPK dinyatakan legal. Karena Kementerian ESDM mengharuskan smelter, mereka tidak bisa maka didiamkan," ujar Sukarwo kepada wartawan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (2/10).

Di tengah pembekuan itu, lanjut Sukarwo, sejumlah orang yang dipimpin oleh Kepala Desa Hariyono melakukan aktifitas penambangan resmi di lokasi penambangan PT IMMS tersebut. Oleh Salim Kancil cs aktifitas itu ditentang bahkan dilaporkan ke Polres Lumajang.

"‎Pada saat berhenti itu kelompok pimpinan kepala desa ke situ.‎ Grupnya pak kepala desa. Makanya pada 12 Desember (aktivis) memberi tahu ke Kapolres ada penambangan ilegal," ujar Sukarwo.

Rentetan persitiwa itu yang kemudian berujung pada penganiayaan berujung kematian terhadap Salim Kancil terjadi.‎ Untuk menghindari peristiwa serupa terulang, Sukarwo selaku Gubernur Jawa Timur mendukung penertiban yang dilakukan oleh Kepolisian.

"‎Menertibkan, law enforcement kan polisi. Kita support polisi,"tegas Sukarwo.

Tak cuma itu, Sukarwo juga meminta agar Kementerian ESDM dibawah Sudirman Said mau membuka delegasinya di Jawa Timur‎ untuk mengurus permasalahan perizinan pertambangan. Sebab, saat ini pengurusan perizinan masih dilakukan di pusat.

"Kendalinya kan masih di ESDM. Sangat jauh. Menurut saya delegasikan pembantuan di provinsi," ujar Sukarwo.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya