Berita

Surya Paloh/net

Wawancara

WAWANCARA

Surya Paloh: Saya Akan Katakan yang Sebenarnya Terkait Pertemuan Dengan Gatot

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilik Grup Media ini 'terserempet' kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang membelit Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjonugroho. Surya Paloh diungkapkan istri Gatot, Evy Susanti, pernah melakukan pertemuan dengan suaminya. Dimediasi oleh tersangka OC Kaligis yang kala itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai Nasdem, Surya Paloh ditemani Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella menggelar per­temuan dengan Gatot dan Erry Nuradi, Wagub Sumut yang merupakan politisi Partai Nasdem.

Padahal saat itu Jaksa Agung HM Prasetyo yang juga kader Partai Nasdem, sudah mener­junkan anak buahnya mengusut kasus korupsi itu. Dugaan konf­lik kepentingan itu makin ken­cang lagi, menyusul pernyataan Evy yang mengungkapkan, setelah bertemu dengan Surya Paloh cs, suaminya yang ketika itu sedang digarap Kejagung, tak pernah lagi dipanggil Kejagung. "(Setelah pertemuan itu), nggak, nggak ada (panggilan Gatot lagi sebagai tersangka)," kata Evy.

Namanya dikait-kaitkan da­lam dugaan kasus korupsi, Surya Paloh angkat bicara. Kepada Rakyat Merdeka, Surya Paloh pun mengakui memang pernah menggelar pertemuan dengan Gubernur Gatot dan Wagub Tengku Erry Nuradi atas per­mintaan OC Kaligis.


"Erry itu dari Partai Nasdem. Dan sudah beberapa lama dia meminta kepada Pak OC Kaligis untuk bertemu dengan saya. Tujuannya untuk membicara­kan dan tukar pikiran mengenai kondisi komunikasinya den­gan Gatot. Ya sebagai sesama Nasdem, adalah kewajiban kami merespons situasi komunikasi mereka itu," ujar Surya Paloh ketika dihubungi. Berikut ini petikan wawancara Rakyat Merdeka dengan Surya Paloh, kemarin.

Apa benar Anda pernah ber­temu dengan Gubernur Gatot di kantor DPP Nasdem?
Pertemuan itu terjadi karena kader kami di Nasdem yakni Tengku Erry Nuradi yang meru­pakan Wakil Gubernur Sumut menyampaikan kepada Pak OC Kaligis bahwa ada komunikasi yang tidak harmonis antara dirinya dengan Gatot. Sudah beberapa lama memang Pak OC meminta kesediaan waktu saya agar bisa bertemu dan bertukar pikiran mengenai kondisi komu­nikasi yang tidak harmonis di antara Erry dan Gatot itu. Tapi karena waktunya belum pas ya belum jadi-jadi pertemuannya.

Ya akhirnya saya setuju. Saya bilang, ya sudah, dua-duanya sekalian disuruh datang. Kita bertemu di kantor DPP Nasdem. Gatot dan Erry hadir. Kan sebenarnya kedua orang ini adek-adek saya juga. Mereka menggangap saya senior mereka berdua. Ya saya sampaikan, bah­wa tidak boleh ada komunikasi yang tidak harmonis di antara mereka berdua. Sebab, bukan hanya akan merugikan mereka sendiri, tetapi sangat merugikan konstituen di Sumatera Utara. Jadi harus ada solusi, dan jangan korbankan masyarakat karena hubungan komunikasi kalian yang tidak harmonis itu. Itu yang saya sampaikan waktu pertemuan itu.

Apakah dalam pertemuan itu ada percakapan seputar kasus korupsi yang membelit Gatot?
Saya katakan, itu tidak ada.Saya pastikan tidak ada membicarakan kasus Bansos-bansosannya Gatot. Tidak ada urusan perkara. Itu murni mem­bicarakan komunikasi yang tidak harmonis di antara mereka. Saya pastikan itu, tidak ada uru­sannya dengan kasus-kasus yang disebar-sebarkan media massa.

Tapi kenapa Anda enggan mengklarifikasi dugaan yang menyebutkan Anda hendak ‘mengamankan’ kasus Bansos yang tengah digarap Kejagung ketika itu?

Sebenarnya, saya tidak mau bicarakan itu. Sebab, saya tidak mau dikait-kaitkan dengan sesuatu yang tidak saya laku­kan. Jangan diseret-seret dan jangan dibesar-besarkan ke sana (arah kasus) sebab itu tidak ada dalam pembahasan pertemuan waktu itu. Baru ini saya bicara soal pertemuan ini ke Anda. Sebab, selama ini saya tidak mau seakan-akan saya mem­bentengi diri.

Lantas Apakah Anda kelak bersedia jika aparat penegak hukum meminta penjelasan Anda terkait pertemuan itu?
Ya silakan. Saya akan jawab dan katakan sebenarnya menge­nai pertemuan itu. Sebab, saya pastikan, tidak ada pembahasan soal kasusnya Gatot ini. Kami menjembatani dan memberikan masukan agar mereka tidak membuat komunikasi yang bu­ruk sebagai Gubernur dengan Wakil Gubernur Sumut. Itu saja. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya