Berita

Perusahaan Singapura Bantah Terlibat Pembakaran Hutan Indonesia

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 08:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perusahaan Singapura, Asia Pulp and Paper (APP) Company Limited, membantah ikut terlibat dalam aksi pembakaran hutan di Riau, Indonesia, yang menyebabkan kawasan itu dikepung asap.

Bantahan ini disampaikan sebagai respon atas pertanyaan pemerintah Singapura terhadap perusahaan itu. APP dinilai memiliki kaitan dengan salah satu dari lima perusahaan Indonesia yang dituntut pemerintah Singapura akhir pekan lalu.

Singapura yang berada tidak jauh dari Riau dan Kepulauan Riau juga terkena dampak dari kebakran hutan di Sumatera.


Pihak APP Company Limited menegaskan, hubugan mereka dengan APP Group di Indonesia telah berubah, dan dengan demikian tidak memiliki kaitan sama sekali. APP Group adalah salah satu perusahaan berbendera Indonesia yang digugat pemerintah Singapura.

"Ini adalah dua perusahaan yang berbeda. Pernah ada hubungan di masa lalu. Itu sebabnya ketika mereka menerima pemberitahuan dari National Environment Agency (NEA), kami tidak tahu sampai tiga hari kemudian," ujar Direktur Pelaksana APP Company Limited Aida Greenbury kepada The Straits Times.

Menurut Greenbury, pihaknya akan menjawab pertanyaan NEA secara resmi hari ini (Jumat, 2/10).

Menurut data yang dimiliki Otoritas Akunting dan Korporasi Singapura, APP adalah perusahaan investasi dengan total kekayaan 2,07 miliar dolar AS.

APP melaorkan kerugian sebesar 25,8 juta dolar AS setelah dipotong pajak dari operasional selama 2013. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya