Berita

barack obama/cnn

Obama Geram, Sejak Dia Berkuasa Penembakan di Sekolah Terjadi Lebih dari 120 Kali

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 07:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Barack Obama tidak dapat menutupi rasa kesal dan kecewa atas peristiwa penembakan massal di Umpqua Community College di Oregon, Kamis pagi waktu setempat.

Sudah lebih dari 120 kali peristiwa penembakan terjadi di sekolah AS sejak Obama dilantik menjadi presiden negeri adi daya itu pada Januari 2009.

"Duka dan doa tidak cukup. Tidak cukup. Tidak menangkap gambaran derita, dukacita dan kemarahan yang seharusnya kita rasakan," ujar Obama dalam keterangan pers di Gedung Putih.


"Kita bukan satu-satunya negara di muka bumi ini yang memiliki orang-orang sakit jiwa yang mau melukai orang lain. Tetapi kita satu-satunya negara maju di muka bumi yang melihat hal seperti ini setiap beberapa bulan," katanya lagi dengan nada geram.

"Ini menjadi rutin. Laporan-laporan menjadi rutin, respon saya di podium ini juga rutin, pembicaraan setelah peristiwa seperti ini juga menjadi rutin," demikian Obama.

Peristiwa penembakan di sekolah setelah Obama dilantik sebagai Presiden AS terjadi pertama kali pada bulan April 2009 Universitas Hampton. Seorang alumni universitas itu menembak pembawa pizza di bagian leher hingga tewas. Setelah melakukan penembakan dia berusaha bunuh diri namun gagal.

Sejak itu menurut data yang dikumpulkan Wikipedia, tak kurang dari 123 kali peristiwa penembakan terjadi di AS. [dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya