Berita

Charma Juinda/net

Blitz

Charma Juinda Titipan Siapa?

Jadi Sekretaris Direktur, Hidup Enak di Garuda
KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Konon Charma diberikan mo­bil dan rumah mewah. Menda­pat perlakuan khusus seperti anak emas.

Charma Juinda. Orang awam mung­kin belum terlalu familiar dengan nama ini. Lain halnya dengan kalangan pencinta infotainment. Charma disebut-sebut sebagai SPG (Sales Promotion Girl) dan model yang mendadak ngartis sejak tampil di acara YKS (Yuk Kita Sahur) pada 2014. Charma pernah di­gosipkan pacaran sama Billy Syahputra, adiknya almarhum Olga. Charma pun sempat dibilang selingkuhannya Kiwil, komedian yang beristri lebih dari satu.

Di Wikipedia, Charma disebut ber­nama lengkap Sharma Endah Altar Juinda. Lahir di Pekanbaru 4 November 1974, Charma disebut janda beranak satu setelah bercerai dengan pria berna­ma Alex Hardy Prakoso. Ia juga pernah menjadi cameo di film Pasir Berbisik, Kuntilanak dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Entah lah, benar atau tidak data tersebut.


Lantas, ada apa dengan Charma? Lama tidak kelihatan di layar kaca, ternyata dia sudah alih profesi lho. Tak kepalang tanggung, Charma saat ini menjadi Sekretaris Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk. Lebih keren­nya, di jaringan bisnis Linkedln, tertulis Charma menjabat Executive Assistant to Director PT Garuda Indonesia Tbk.

Yang menarik, menurut sumber Rakyat Merdeka, Charma saat ini 'hidup enak' di salah satu BUMN terbesar di Indonesia tersebut.

"Iya, Charma sekretarisnya salah satu direksi Garuda. Enak dia sekarang. Dikasih rumah dinas yang mewah dan mobil. Diistimewakan banget di Garuda," ungkap sumber.

"Entah ya Charma masuk lewat jalur benar atau titipannya siapa. Yang jelas, dia ngantor tiap hari diantar khusus lho," sambung si sumber.

Saat dihubungi Rakyat Merdeka, Charma kayak bukan artis lagi. Mak­sudnya, sekarang nada bicaranya hati-hati sekali.

"Sekarang, aku jalanin apa yang ada. Untuk sementara, aku nikmatin pekerjaanku sebagai pekerja kantoran," ujarnya, kemarin.

Charma tidak menyebut pasti jaba­tannya apa di kantor. Namun dia mengi­syaratkan memang sedang bekerja di perusahaan besar.

"Pekerjaanku lumayan banyak, agak sibuk juga. Secara perusahaan tempatku bekerja juga perusahaan besar di Indo­nesia," cetusnya.

Charma membantah bisa masuk Garuda lewat jalur 'khusus'. Ia juga menampik informasi dirinya mendapat fasilitas wah sebagai sekretaris direksi.

"Yang jelas perusahaan ini pasti sudah punya tes masuknya kan. Ya nggak mungkin main rekrut karyawan sembarangan, pokoknya nggak asal-asalan," tutur Charma

"Kalau penghasilan, cukup lah, walau nggak sebesar dulu. Cuma sekarang tetap tiap bulan juga dapat. Aku ingin tenang menjalani pekerjaanku, masih aja dicurigain ini-itu," kelitnya lagi.

Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication Garuda, Benny Butar Butar membenarkan Charma sebagai Sekretaris Direktur Keuangan. "Benar, Charma bekerja di sini sebagai sekretaris," jawab Benny kepada Rakyat Merdeka.

Dia tidak gamblang menjelaskan apa iya Charma masuk kualifikasi sebagai sekretaris direksi di Garuda. "Setiap direktur pasti punya kriterianya sendiri dalam menentukan siapa yang bekerja di bawahnya," kata Benny.

"Seingat saya dia S1. Ya tugas utaman­ya yang penting kan mengerti bagaimana mengkordinasikan kinerja pekerjaan bidang keuangan," imbuh Benny.

Dia menampik Charma diberikan fasilitas mewah dan diistimewakan oleh Garuda. "Apa yang didapat sudah sesuai dengan prosedur Garuda. Kita kan perusahaan publik, kalau fasili­tas itu sudah sepantasnya bagi setiap karyawan. Hanya sebatas kendaraan operasional, kalau rumah mungkin dia sudah punya rumah sendiri." ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya