Berita

Politik

Petani Dibunuh, PKB Minta Tambang Pasir Ilegal Ditutup

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 16:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kecaman atas penganiayaan dan pembunuhan petani penolak tambang pasir di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur, terus mengalir.  

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali mengecam keras sekaligus menyayangkan peristiwa yang disebut-sebut melibatkan kepala desa Selok Awar-Awar tersebut.

"Saya mengecam keras aksi brutal itu, sangat tidak manusiawi," kata Syaikhul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9).


Penganiayaan terjadi pada Sabtu pagi (26/9). Petani yang tewas terbunuh yakni Salim Kancil. Dia dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan kepala desa dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Desa Selok Awar-Awar.

‎Salim dianiaya secara beramai-ramai dengan kedua tangan terikat. Setelah meninggal, mayatnya dibuang di tepi jalan dekat areal perkebunan warga.

‎Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, saat ini mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis di rumah sakit di Malang. Dia juga dijemput paksa di rumahnya. Tosan dihajar beramai-ramai di dekat rumahnya sebelum diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

Untuk itu, Syaikhul yang merupakan legislator asal Jawa Timur meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

Selain mengecam, politisi PKB ini meminta kementerian ESDM sebagai supervisor dan pemda setempat untuk menertibkan tambang pasir ilegal yang termasuk jenis galian C.
Dia mengungkapkan aktivitas penambangan pasir itu merusak lingkungan.

"PKB dengan tegas minta penambangan pasir, baik di Lumajang maupun dimanapun agar ditertibkan. Lihat saja, akibat penambangan pasir liar di Desa Selok Awar-Awar bijin lahan pertanian menjadi tandus. Selain itu, debu-debu bertebaran juga ganggu warga setepat," kata politisi PKB itu.

Syaikhul mengatakan tambang pasir disana berada di pesisir pantai yang merupakan kawasan lindung di bawah Perhutani.  

"Sudah jelas itu tambang ilegal, kok di biarkan. Mana tanggung jawab dinas pertambangan dan dinas terkait lainnya?" tandasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya