Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendukung penuh pembangunan Sport Center di kawasan Geunang Geudong (Danau Besar) Desa Putim, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Pembangunan sarana olahraga yang memadai tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mengembangkan berbagai potensi besar olahraga baik di Meulaboh maupun Aceh Barat yang merupakan garda terdepan wilayah maritim dari Provinsi Aceh dan pernah luluh lantah oleh bencana Tsunami pada 2004.
"Ayo bersama-sama kita tata niat agar pembangunan sport center segera terwujud dengan cepat. Di belakang ada danau yang sangat cantik. Itu nanti bisa digunakan sebagai olahraga dayung maupun renang. Kawasan ini kalau di Jakarta sudah jadi rebutan untuk dibangun. Semoga sport center menjadi jalan keluar bagi anak-anak muda. Olahraga menjadi solusi. Insya Allah pemerintah pusat akan mendukung sepenuh hati," kata Menpora Imam Nahrawi saat meninjau rencana lokasi pembangunan Sport Center di Aceh Barat, Minggu (27/9).
Menpora tidak sendirian. Dia didampingi Anggota Komisi III DPR RI Irmawan, Asisten Deputi Tenaga Kepemudaan Hamka Hendra Noer dan Kabid Prasarana dan Sarana Olahraga Prestasi Alman Hudri. Menpora dan rombongan disambut meriah oleh Bupati Aceh Barat Teuku Alaidinsyah, Wabup Aceh Barat Rachmat Fitri, Kapolres Aceh Barat Teguh Priyambodo Nugroho, Dandim Aceh Barat Jaka Sutanta, Kadispora Aceh Iskandar Zulkarnaen, Kadisparpora Aceh Barat Teuku Novizar, Ketum KONI Aceh Barat Fuadri, Sekum KONI Aceh Barat Mukhtarudin, Kapolsek Kaway XVI Rizki, dan Camat Kaway XVI Khairuzzadi.
Ribuan anak sekolah dan masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan Cak Imam. Tiba di lokasi, puluhan anak dan remaja Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh Barat menampilkan kebolehannya mempertunjukkan jurus-jurus silat. Selain menyuguhkan beberapa gerakan silat, dua orang anak menampilkan pertandingan silat memakai golok.
Sebelumnya saat tiba di Pendopo Kabupaten, Menpora untuk mengikuti penyambutan upacara adat Peusijuk. Peusijuk berasal dari kata sijuk yang berarti dingin, sehat, segar, selamat, damai, dan bergairah. Upacara ini sebagai pernyataan rasa penghormatan, kasih sayang, dan syukur. Alat untuk peusijuk menggunakan daun-daunan segar, yaitu daun sisijuk, naleung/rumput sumbo, daun silalak, air, tepung tawar, dan nasi ketan.
Dalam penyambutan peusijuk, Menpora disambut Ketua Majelis Adat Aceh dan diminta mencicipi nasi ketan. "Peusijuk memiliki makna mendalam bagi masyarakat Aceh. Itu pertanda tamu telah menjadi bagian dari masyarakat Aceh. Kedatangan Menpora adalah kehormatan luar biasa, bahkan menginap di sini. Semoga kunjungan ini mempererat silaturahim," jelas Bupati Aceh Barat, Alaidinsyah.
"Aceh Barat terdiri dari 12 kecamatan, ratusan gampong, dan penduduknya 215 ribu jiwa. Aceh Barat sentral perekonomian dan perdagangan. Karena itu, wajar kalau perlu dibangun sport center," tambahnya.
Dalam master plan Pemkab Aceh Barat, Sport Center di Aceh Barat akan direncanakan membangun stadion, indoor arena, gelanggang atletik, gelanggang renang,
velodrome, wisma atlet,
softball arena, administrasi, pengelola, lapangan tenis, arena panahan, lapangan tembak, dan arena
offroad.
Bupati Aceh Barat mengatakan bahwa minat anak-anak muda sangat tinggi terhadap olahraga. "Itu juga cara untuk mengatasi narkoba. Mohon dukungannya.
Sport center nanti diperuntukkan masyarakat di kawasan barat dan selatan Aceh. Kita di sini ada tiga perguruan tinggi. Semua berkat dukungan penuh pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini bukan kunjungan pertama maupun terakhir Menpora," jelas Alaidinsyah.
Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Barat, Menpora juga juga menghadiri silaturahim dan temu masyarakat di Yayasan Dayah Pesantren Arraudhatun Nabawiyah, Gampong Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Minggu (27/9) sore."Telah lama saya ingin ke Meulaboh ini. Bagi kami, melihat langsung ke lapangan sangat penting. Selain menambah saudara, silaturahim juga dapat memperpanjang umur. Dayah ini dapat menjadi wahana mengembangkan ilmu agama dan ilmu umum, serta mencetak generasi muda yang tangguh. Kita dorong alumni dayah terlibat optimal mengembangkannya," kata tokoh PKB ini.
Menpora juga memberi bantuan kewirausahaan pemuda, serta membagi bola kepada para santri. Abu Haji Mustafa Habli di awal sambutannya mengajak segenap masyarakat, santri, dan seluruh hadirin untuk membacakan fatihah mendoakan korban Tragedi Mina.
[sam]