Berita

Politik

Pemerintah Dalami Revisi Izin 17 Perusahaan Pembakar Hutan

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 12:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah akan merevisi izin usaha perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Kita akan lakukan pencabutan hak guna usahanya," Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan kepada media melalui sambungan telepon, Minggu (27/9).

Menteri Ferry mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menginventarisis 17 perusahaan yang diduga kuat melakukan pembakaran lahan. Perusahaan-perusahaan ini
terlibat pembakaran lahan yang terjadi antara lain di Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau.

terlibat pembakaran lahan yang terjadi antara lain di Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau.

"Kami tengah mendalami berapa luas lahan yang terbakarnya, nanti kita dapat datanya dari LHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," papar Menteri Ferry.

Menteri Ferry menegaskan sanksi revisi izin hak guna usaha ini untuk melahirkan efek jera.

"Lahan yang terbakar nanti menjadi lahan negara. Misalnya dari izin 10 hektar yang terbakarnya 2 hektar. Maka itu yang menjadi lahan negara. Bisa juga kita berikan ke masyarakat melalui program redestribusi lahan ke masyarakat,"tukasnya.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya