Berita

rini soemarno/net

Penjelasan Teddy Poernomo Justru Perkuat Kebusukan Menteri Rini dan RJ Lino

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015 | 14:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

  Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar menilai pernyataan Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian BUMN Teddy Poernama soal gratifikasi dari Dirut Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino justru bukan bantahan.

Pernyataan Teddy yang dimuat di berbagai media malah mengkonfirmasi 'kebusukan-kebusukan' di balik keeratan hubungan Menteri BUMN dengan RJ Lino, seperti yang sudah dilaporkan politisi PDIP Masinton Pasaribu ke KPK.

Bantahan Teddy, sebut Junisab, malah menguatkan bahwa Menteri Rini tidak mengerti mengenai peruntukan rumah dinas milik negara.


"Teddy menyatakan bahwa selama ini Menteri Rini tidak pernah tinggal di kediaman resmi di Jalan Widya Chandra IV Nomor 15 Jakarta. Rumah hanya dijadikan tempat aktivitas anggota Dharma Wanita kementerian dan Ikatan Istri Pimpinan BUMN dimana Rini sebagai pembina kedua organisasi tersebut. Apa dasarnya dia (Rini Soemarno) melakukan perubahan peruntukan rumah dinas?" tanya Junisab Akbar, Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/9).

Sementara itu, sebut Junisab, dalih Teddy yang menyebut ada 15 lukisan karya istri RJ Lino, Betty RJ Lino di kediaman rumah dinas Menteri BUMN semakin menguatkan kecurigaan publik betapa dekatnya hubungan antara Rini dan RJ Lino.

"Mengapa pula harus lukisan istri RJ Lino di tempatkan di rumah Menteri? Kalau menjadi tempat kegiatan bersama, mengapa tidak ornamen-ornamen hiasan lainnya yang berasal dari urunan para istri Dirut BUMN yang dipajang di sana? Cara urunan saja salah, apalagi pemberian salah satu istri Dirut BUMN. Ini tentu ada sesuatu antara RJ Lino dengan Rini sehingga istri-istri Dirut lainnya tidak memiliki peran yang sama," sambung Junisab.

Kalau alasannya untuk memperindah rumah dinas menteri, kata Junisab, istri RJ Lino tak perlu repot karena negara sudah menyiapkannya, termasuk jika harus membeli lukisan-lukisan untuk rumah dinas.

"Rumah yang menjadi jatah untuk digunakan Menteri BUMN serta seluruh barang dan perabot di dalamnya inventaris negara dan dikelola oleh Kementerian Sekretariat Negara. Jikapun yang menempatinya memiliki barang-barang lain, maka itu akan dicatat secara tersendiri," kata Junisab yang pernah duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI.

Selain lukisan ternyata istri RJ Lino diakui Kementerian BUMN menempatkan satu set sofa pada bulan Maret 2015 dengan alasan ketika itu pengadaan sofa baru masih dalam proses lelang. Menurut Junisab, jawaban ini tidak lazim dan bertentangan dengan kaidah-kaidah umum. Apalagi kemudian terlihat bahwa pengadaan sofa tersebut tertera dalam dokumen surat nota dinas nomor: KU.270/16/3/1/SD.PTP-15 tanggal 16 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Dawud sebagai Asman.ADM.Umum dan Rumah Tangga. Daud mengajukan usulan pengadaan barang rumah dinas Menteri BUMN atas arahan dari Dirut Pelindo II.

Kemudian Kementerian BUMN menyatakan beberapa pekan secara bertahap rumah dinas itu dipenuhi furniturnya maka sofa dan peralatan lainnya akan dikembalikan kepada Pelindo II mengingat statusnya sebagai barang inventaris Pelindo 2.

"Pernyataan ini juga sangat ganjil, sebab pengadaan sofa dalam dokumen itu bukan untuk inventarisir Pelindo II yang dipinjamkan atau ditempatkan ke Kementerian BUMN. Itu adalah pengadaan barang rumah dinas Menteri BUMN. Itu dipertegas dalam dokumen permohohan pembayaran uang muka yang ditandatangani Try Djuanaidy sebagai Manager Keuangan. Terlihat dari dokumen itu bahwa pemrosesannya sudah melalui Asman Anggaran dan Akuntansi," papar pria berdarah Sumatera Barat itu.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya