Berita

Humor Politik

Kata Presiden, Negeri Kita Memang Hebat!

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015 | 13:11 WIB

PADA suatu hari, Presiden Republik Koplak tengah melakukan kunjungan ke daerah dan menemui rakyatnya. Dan terjadilah dialog berikut ini ;

"Dolar sekarang sudah mencapai hampir 15.000," keluh rakyat Republik Koplak.

"Ah, ini cuman keterlambatan perekonomian, dan mata uang kita bukannya lemah, tapi karena mata uang dollar saja yang lagi menguat!" ujar Presiden Republik Koplak.


"Busung lapar di daerah-daerah, gimanaaa..., Pak?" tanya rakyat.

"Ini cuma Gagal Panen, yang mana Alam lagi tidak bersahabat," jawab Presiden dengan terkekeh.

"Pak, banyak pejabat yang terindikasi korupsi!" seru rakyat.

"Ituuuu....? Anu...! Cuma kesalahan adminstratif dan prosedur," jelas Presiden.

"Kepolisian kita sekarang hebat berhasil menggerebek dan membongkar mafia korupsi di pelabuhan sono!" puji rakyat.

"Sudahlah, jangan bikin Kegaduhan Politik!" ketus Presiden.

"Pak, kenapa ekonomi kita terpuruk merosot," tanya rakyat.

"Nah..., ini semua karena adanya konflik di Korea Utara!" ujar Presiden dengan yakin.

"Pak, katanya ingin buka lapangan kerja sebanyak 10 juta tenaga kerja," tanya rakyat.

"Yooo....! Sabar dulu yooo...! Kita beri kesempatan untuk 10 juta tenaga kerja dari Cina Duluuu!" tegas Presiden dengan mimik tanpa rasa salah.

"Pak, dulu janji Bapak, negeri kita akan menjadi negara hebat?" tanya rakyat.

"Lho, negeri kita memang hebat khan?. Dengan kondisi yang parah begini saja, semua pada diam nggak ada yang berani sama saya! Baik itu DPR, MPR, Oposisi, Mahasiswa, Ormas Pemuda, Ulama, dan rakyat sekalipun!" sergah Presiden.

Rakyatpun terdiam dan hanya bisa mengucap dalam hati, "Asem tenan...!" [***]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya