Berita

kpk/net

Politik

Jawaban Ketua Komisi III Soal Dugaan Pelanggaran Pansel Capim KPK

RABU, 23 SEPTEMBER 2015 | 17:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin belum mau mengatakan ada yang salah dari Tim Pansel Capim KPK terkait penjaringan capim KPK yang disebut melanggar UU KPK. Pasalnya, capim tidak meloloskan unsur penyidik (kejaksaan) dalam delapan nama capim KPK.

"Jadi, memang banyak masukkan ke saya, bahwa dalam UU KPK memang harus ada unsur kepolisian, kejaksaan, dan masyarakat. Saya tidak mau komentar dulu karena secara resmi belum masuk ke DPR, artinya belum diparipurnakan," sebut Aziz di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 23/9).

Politikus Partai Golkar itu memahami, harus ada unsur-unsur itu dalam komposisi pimpinan KPK.


"Harus ada unsur-unsur tersebut. Saya mengikuti pemilihan pimpinan KPK sudah keempat, jadi original teksnya ini harus ada unsur itu," bebernya.

Lalu apakah Tim Pansel melanggar UU?

Aziz lagi-lagi belum mau menyimpulkannya.

"Nanti kita saksikan setelah sidang paripurna," tukasnya.

Sebelumnya, gurubesar hukum pidana Unpad sekaligus tim perumus UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK)  Prof Romli Atmasasmita menegaskan delapan nama calon pimpinan KPK dari hasil seleksi Tim Pansel yang telah diserahkan ke DPR melanggar UU KPK.

"Tolong dibaca UU KPK, pimpinan KPK itu disebut penyidik dan penuntut umum, hasil delapan nama tidak memenuhi syarat (penuntut umum), harus dibatalkan," katanya.

Dia menjelaskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2012 tentang KPK pasal 21 ayat 1 (4) menyebutkan bahwa pimpinan KPK adalah penyidik dan penuntut umum. Dalam KUHAP dijelaskan penuntut umum adalah jaksa.

"Hasilnya harus dibatalkan, ini bukan soal perwakilan ini itu, tapi UU menghendaki bahwa pimpinan KPK penyidik dan penuntut umum," jelasnya.

Tim pansel telah memilih delapan nama calon pimpinan KPK yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo untuk diteruskan ke DPR. Namun dari delapan nama tersebut tidak ada unsur penuntut umum atau jaksa, yang ada baru dari unsur penyidik yaitu Brigjen Pol Basriah Panjaitan. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya