Berita

sugiyanto/net

PILGUB DKI

Adhyaksa Dault Disarankan Berpikir Ulang

SENIN, 21 SEPTEMBER 2015 | 16:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Menpora Adhyaksa Dault disarankan untuk berpikir ulang terkait niatnya maju sebagai calon gubernur DKI dari jalur independen.

"Sekarang syarat minimal dukungan calon perseorangan lebih berat, hampir dua kali lipat dari pilgub periode lalu. Adyaksa harus berpikir ulang," ujar Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (21/9).

Memang pada pilgub DKI yang lalu ada dua calon independen yang berlaga, Hendardji Supandji dan Faisal Basri. Tapi, kata Sugiyanto mengingatkan, keduanya ketika itu terseok-seok dalam memenuhi syarat dukungan. Bahkan Hendardji dan Faisal hampir tidak bisa berlaga karena setelah diverifikasi KTP dukungan keduanya banyak yang tidak memenuhi syarat.


Dijelaskan Sugiyanto, sesuai Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, calon independen yang akan maju harus memenuhi syarat dukungan minimal 7,5 persen. Kalau warga DKI saat ini ada 10 juta, maka Adhyaksa harus mengantongi 750 ribu KTP dukungan. Syarat ini lebih sulit dibanding pilgub lalu dimana calon perorangan minimal mendapat dukungan 3 persen atau sebanyak 407.340 KTP dukungan.

Selain itu, sebut Sugiyanto, Adhyaksa juga mesti berpikir ulang karena peluang menang calon independen di pilgub DKI lebih tipis dibandingkan calon usungan partai politik. Wilayah DKI yang tidak terlalu luas membuat jejaring struktural partai sangat solid. Kerja-kerja mesin partai yang menjangkau struktur terbawah membuat perolehan suara pasangan calon perseorangan di Pilgub DKI yang lalu tidak terlalu menonjol.

"Apakah bisa membangun jaringan (pemenangan) hingga tingkat RT, saya kira Adhyaksa akan kesulitan," imbuh Sugiyanto.

Sugiyanto sependapat dengan analisa terbuka peluang calon independen mengalahkan calon yang diusung partai di pilkada DKI. Tetapi, menurut dia, syaratnya cukup berat dimana figur calon perseorangan yang berlaga harus benar-benar kuat dan mengakar di publik ibukota.

"Kalau calon (independen)-nya sangat beken dan fenomenal mungkin bisa.
Pertanyaannya, sebeken dan sefenomenal apakah Adhyasa? Inilah pertanyaannya. Kalau cuma mengandalkan nama beken, nama Faisal Basri dan pasangannya Biem Benyamin tidak diragukan lagi. Tapi toh keduanya terbukti tidak mampu mengungguli keoptimalan kerja-kerja mesin partai politik," papar Sugiyanto.  

Atas berbagai pertimbangan ini Sugiyanto menyarankan Adhyaksa maju dari partai politik. Kedekatan Adhyaksa dengan PKS dan Partai Demokrat bisa jadi solusi. Mulai dari sekarang Adhyaksa sebaiknya merapat ke dua partai itu.

"Syarat dukungan parpol minimal 20 kursi DPRD. Lebih baik dan saya kira akan cukup bagi Adhyaksa mendapat tiket pencalonan dari PKS dan Demokrat," tukas Sugiyanto.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya