Berita

fokal imm

Tujuh Rekomendasi Fokal IMM untuk Atasai Bencana Asap

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015 | 14:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Akibat kabut asap yang menjadi bencana nasional, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Dan kejadiannya terus berulang-ulang. Maka hal ini menjadi masalah nasional yang harus segera ditanggulangi secara komprehensif dan berkesinambungan.

Dan dimintakan pada semua elemen yang bertanggung jawab atas bencana ini untuk ikut serta mencari penyelesaian yang paling cepat dan efisien.

Demikian disampaikan Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup DPP Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ferry Yanthy Burhan di Jakarta, Minggu (20/9).


Karena akibat bencana asap ini mengakibatkan timbulnya penyakit bagi masyarakat, dan terganggunya transportasi dikarenakan pendeknya jarak pandang. Oleh karenanya Fokal IMM bidang kelestarian lingkungan mendesak pemerintah, baik pusat maupun daerah:

Pertama, meninjau ulang regulasi pemberian izin atas Hak Pengusahaan Hutan (HPH); Kedua, memberi sanksi yang keras bagi perusahaan yang melakukan perusakan hutan dan pembukaan lahan hutan dengan cara dibakar; Ketiga, memberikan tanggung jawab penuh pada perusahaan pemegang HPH untuk menjaga kelestarian hutan yang sedang dipakai, maupun hutan yang ada di sekitar HTI.

Keempat, menghidupkan lagi lembaga-lembaga adat yang berfungsi menjaga kearifan lokal terutama menjaga kelestarian lingkungan dan hutan; Kelima, mendukung penuh masyarakat adat memberikan sanksi atas kerusakan hutan yang berada di sekitar wilayahnya. Karena nampaknya sanksi adat efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Keenam, masyarakat adat diikutsertakan dalam pengelolaan lingkungan dan pemeliharaannya bersama perusahaan pemilik izin HTI; dan Ketujuh, masyarakat diikutkankan secara optimal berperan aktif dalam Petani Plasma dalam HTI.

"Demikian pernyataan sikap ini, untuk seterusnya agar kiranya pemerintah baik pusat maupun daerah lebih memperhatikan lagi masalah bencana asap ini agar tidak terulang di masa mendatang," demikian Ferry Yanthy Burhan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya