Berita

Azhar Romli

MPR Minta Pemerintah Bantu Korban PHK

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015 | 09:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Azhar Romli meminta Pemerintah harus berusaha lebih keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal itu mengingat meningkatnya jumlah kemiskinan dan angka pengangguran akibat melemahnya ekonomi  Indonesia.

Ia juga meminta Pemerintah membantu para pengangguran akibat pemutusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta para keluarga yang masuk kategori kelompok miskin.

"Kalau tidak, kelompok miskin dan korban PHK akan menjadi sumber persoalan baru," kata Azhar usai  menjadi narasumber pada acara Training of Trainers (TOT) Sosialisasi Empat Pilar MPR di kalangan dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Wilayah Kopertais III Yogyakarta di Yogyakarta, Sabtu (19/9).


Menurutnya, ada banyak uasaha yang bisa dilakukan Pemerintah untuk membantu kelompok miskin dan korban PHK. Antara lain mendamping mereka untuk melaksanakan wirausaha. Salah satunya dengan jalan pelatihan dan bantuan modal.

"Yang penting mereka bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, jangan sekali-kali dibiarkan karena efeknya bisa berkepanjangan," kata Azhar menekankan.

Pada kesempatan itu Azhar juga menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi ekonomi yang makin memburuk. Apalagi di tengah menguatnya dolar AS, ternyata tidak dibarengi keuntungan yang lebih besar bagi kalangan eksportir. Harga minyak sawit, batu bara hingga timah cenderung stagnan bahkan sedikit mengalami penurunan.

"Sangat memprihatin, karena sebagaian besar kebutuhan kita dipenuhi dengan mekanisme Impor," papar legislator dapil Bangka Belitung itu.

Ke depan, Azhar meminta Pemerintah untuk bekerja  lebih keras. Terutama dalam mengurangi ketergantungan produk dari luar negeri. Jika produk yang selama ini diimpor bisa dihasilkan sendiri, berarti akan ada lapangan kerja dan kesempatan kerja yang lebih besar masyarakat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya