Berita

tifatul sembiring/net

Politik

Tifatul Sembiring: Tidak Ada Loyalis A atau B, Yang Ada Loyalis Pemimpin Baru

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2015 | 13:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring membantah ada 'bersih-bersih' loyalis Anis Matta di susunan pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS periode 2015-2020 di bawah komando Sohibul Iman. Ia mengatakan, perubahan komposisi pengurus dan fraksi adalah hal biasa dalam tubuh PKS jika ada kepemimpinan baru.

"Saya dulu waktu Presiden PKS juga melakukan perubahan, jadi biasa saja itu," ujar Tifatul saat dihubungi wartawan, Jumat (18/9).

Perubahan itu, jelas Tifatul, guna mendukung paradigma yang dibentuk oleh kepemimpinan baru dalam tubuh PKS. Intinya, ada giliran kader lain juga menduduki posisi yang sebelumnya diduduki oleh kader lama.


"Saya setuju kalau (Mahfud, Jazuli dan Fahri) diganti, supaya yang muda-muda juga dapat posisi," ungkapnya.

Tifatul juga membantah adanya perombakan di internal partainya merupakan 'bersih-bersih' loyalis Anis Matta. Dia mengeaskan jika ada kepemimpinan baru harus loyal terhadap pemimpin baru.

"Nggak ada loyalis A atau B, yang ada loyalis pemimpin baru," tukas Tifatul yang juga anggota DPR itu.

Sebelumnya, Sohibul juga sudah menepis adanya kubu-kubuan di partainya, seperti yang sering disebut beberapa kalangan ada faksi keadilan dan faksi kesejahteraan di internal PKS. Soal tidak masuknya nama Mahfudz Sidiq, Jazuli Juwaini dan Fahri Hamzah di pengurus inti DPTP adalah hal biasa, cuma rotasi. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya