Berita

ilustrasi/net

PKS Terancam Pecah Setelah Loyalis Anis Matta Disingkirkan

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ada beberapa orang loyalis Anis Matta yang hilang dalam susunan pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2015-2020 di bawah komando ‎Sohibul Iman. Sebut saja misalnya Mahfudz Siddiq dan Fahri Hamzah.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun mengatakan memang dilihat secara kasat mata loyalis Anis Matta nampaknya disingkirkan. Secara politik, PKS akan juga mengubah sikap politiknya.

"Secara politik ada perbedaan pandangan politik di tubuh PKS," sebut dia saat dihubungi wartawan, Kamis (17/8).


Jelas Ubed, pola permainannya hampir mirip dengan yang terjadi dalam tubuh Partai Amanat Nasional (PAN), tapi PKS lebih cantik mengelolahnya, daripada PAN di bawah komando Zulkifli Hasan yang terlihat sangat vulgar.

"Bukan tidak mungkin ada intervensi pihak lain untuk mengubah sikap PKS dengan tak menempatkan lagi Anis Matta dan loyalisnya dalam kepengurusan yang strategis," ujarnya.

Ubed menerangkan, konflik dalam tubuh PKS bakal tak terhindarkan lagi, karena sudah terlihat ada kubu-kubuan.

"Perpecahan dalam PKS bisa saja terjadi," tukasnya.

Sebelumnya, Sohibul sudah menepis adanya kubu-kubuan di partainya, seperti yang sering disebut beberapa kalangan ada faksi keadilan dan faksi kesejahteraan di internal PKS. Soal ditempatkannya Fahri di MPP setelah sebelumnya menjadi Wasekjen PKS, Sohibul menyatakan itu hal yang biasa. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya