Berita

Politisi PDIP ke RJ Lino: Bapak Telah Menjatuhkan Martabat Presiden!

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 19:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Irmadi Lubis menyayangkan sikap Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino yang menyeret-nyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kantornya digeledah oleh penyidik Bareskrim Polri.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) PT Pelindo II (Persero) Komisi VI dengan RJ Lino ‎di Ruang Rapat Komisi VI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 16/9), dia dengan tegas mengatakan bahwa langkah RJ Lino secara tidak langsung mencoret citra Presiden Jokowi.

"Bapak secara tidak langsung telah menjatuhkan Presiden Jokowi," kata Irmadi.


Saat tim penyidik Bareskrim Polri menggeledah ruang Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 28 Agustus 2015, Lino tidak terima dan langsung melaporkan penggeledahan itu kepada  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djali. Melalui sambungan telepon, Lino membawa-bawa nama Presiden Jokowi dan mengancam mundur karena penggeledahan itu.

"Pak Sofyan, kalau Presiden tidak bisa clear hari ini, besok (saya) berhentilah. Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on (tolonglah), Pak. I'm make this company so rich (Saya telah membuat perusahaan ini menguntungkan). Kok, malah saya dihukum begini. Enggak fair (adil), Pak. Bapak tolong kasih tahu Presiden, deh, kalau caranya seperti ini, saya berhenti," kata Lino di ujung teleponnya.

Menurut Irmadi, cara Lino menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi sama saja menjatuhkan martabat presiden yang diusung PDI Perjuangan itu.

"Ini tidak bisa pak, bapak telah menjatuhkan martabat presiden," tekan dia lagi. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya