Berita

fahri hamzah/net

Politik

Fahri Hamzah Curiga DPR Terus Diserang

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 12:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah curiga adanya kepentingan tertentu terkait kritikan disetujuinya kenaikan tunjungan anggota DPR.

"Saya terus terang agak curiga kenapa DPR diserang terus soal yang kecil-kecil ini (kenaikan tunjungan)," kata politisi PKS itu di Gedung DPR Senayan, Jakarta, (Rabu, 16/9).

Ia menengarai di balik serangan itu agar perhatian DPR teralih dari fungsinya mengawasi sepak terjang eksekutif.


"Supaya kita lupa di luar sana ada uang besar yang bisa buat kita bungkam. Harusnya publik ada di belakang DPR supaya kita awasi," jelasnya.

Dikatakan, pengawasan ketat itu diperlukan karena jumlah uang dan kekuasaan yang dibagikan oleh eksekutif semakin banyak. Sebagai catatan, kata Fahri, DPR harus mengawasi APBN tahun 2015 yang berjumlah sekitar Rp 2.039 triliun. Selama ini, beber dia, DPR tak mendapatkan banyak, hanya berkisar Rp 4 triliun.

"Jadi kira-kira persentasenya 0,00191 persen, ini lah yang diributkan setiap hari. Anda harus tahu yang 0,00191 persen itu sebetulnya sebagian besar untuk biayai Sekretariat Jenderal, sebab sekjen itu aparatur eksekutif masih tunduk di bawah kementerian PAN dan Sekretariat Negara, tapi yang gaji DPR. Sehingga yang buat DPR tidak jelas 0,00 berapa persen, sementara DPR harus awasi 99,9999 persen atau Rp 2.035 triliun dari uang belanja negara secara total, plus kewenangan-kewenangan yang ada yang harus diawasi, plus aset negara lain, plus BUMN, plus seluruh pelaksanaan UU di seluruh indonesia. Jadi yang setiap hari kita ribut ini yang 0,00191 persen," papar Fahri.

Sementara, ia menilai kenaikan tunjangan anggota DPR yang dipeributkan itu masih jauh dari memadai.

"Karena tidak ada kebebasan. Kalau ada kebebasan kita tentu mampu lakukan pengawasan intensif. Misal kebakaran, kita tidak bisa ke sana tidak ada anggaran," tutupnya.

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi belum lama ini membeberkan usulan menaikkan tunjangan anggota DPR dengan rincian sebagai berikit:

1. Tunjangan kehormatan untuk:
a. ketua badan/komisi sesuai SK Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 hanya sebesar Rp 6,6 juta dan akan diusulkan menjadi Rp 11,1 juta;
b. Untuk wakil ketua, dari Rp 6,4 juta menjadi Rp 10,7 juta, dan anggota dari Rp 5,5 juta menjadi Rp 9,3 juta.

2. Tunjangan komunikasi intensif untuk:
a. Ketua badan/komisi sesuai SK Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 dari Rp 16,4 juta akan diusulkan menjadi Rp 18,7 juta.
b. Wakil ketua dari Rp 16 juta akan menjadi Rp 18,1 juta.
c. Anggota dari Rp 15,5 juta menjadi Rp 15,6 juta.

3. Tunjangan peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran untuk:
a. Ketua komisi/badan sesuai SK Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 sebesar Rp 5,2 juta akan menjadi Rp 7 juta.
b. Wakil ketua komisi atau badan, dari Rp 4,5 juta akan menjadi Rp 6 juta.
c. Anggota DPR dari Rp 3,7 juta menjadi Rp 5 juta.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya