Berita

Hukum

DPR Pertanyakan Komitmen Pemerintah Berantas Narkoba

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 19:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengurangan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 senilai kurang lebih Rp 170 miliar dibanding tahun 2014 dipertanyakan kalangan DPR.

Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil, mengatakan pengurangan anggaran ini tidak berband‎ing lurus dengan pernyataan Pemerintah bahwa Indonesia darurat narkoba.

"Mengapa anggaran pemberantasan korupsi lebih besar dari anggaran pemberantasan narkoba? Padahal, masalah Indonesia tidak hanya soal korupsi, tapi sudah pada tingkat darurat narkoba. Dan ini lebih penting karena menyangkut masa depan anak bangsa," ungkap Nasir dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan BNN, KPK dan PPATK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/ 9).


‎Nasir mengatakan sebaran peredaran narkoba yang telah hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia membuat jumlah pemakai narkoba berpotensi meningkat dari tahun ke tahun.

‎D‎ata terakhir dari hasil penelitian Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia dan BNN menyebutkan bahwa pada tahun 2014, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai angka 4,1 juta orang dan angka itu di prediksi akan meningkat mencapai 4,33 juta orang pada tahun 2015.‎

Lebih lanjut Nasir mengatakan, pengurangan anggaran akan berpengaruh signifikan terhadap proses penegakan hukum dan pelayanan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba yang selama ini dilakukan BNN.

"Berkurangnya anggaran BNN ini harus menjadi perhatian Komisi III terutama badan anggaran(Banggar). Setidaknya, Banggar perlu bertanya kepada pemerintah tentang pengurangan anggaran ini," demikian Nasir yang aktif di PKS.

‎Atas penguranan anggaran ini Nasir meragukan komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan narkoba.

"Pergantian presiden seharusnya tidak mengubah mindset pemberantasan kejahatan transnasional seperti narkoba ini. Jika Presidennya concern ke korupsi, lalu pemberantasan korupsi di prioritaskan, sekarang Presiden concern ke maritim,lalu illegal fishing yang di prioritaskan. Lalu, kemana arah slogan Indonesia Darurat narkoba jika pemberantasan narkoba ditinggalkan?" ungkap Nasir.‎

Untuk itu Nasir mengajak rekan-rekannya di Komisi Hukum untuk memberikan perhatian khusus terhadap berkurangnya anggaran BNN. Hal ini menurut dia, semata-mata untuk kepentingan masa depan bangsa yang lebih besar.‎[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya