Berita

ilustrasi/net

Cuma Tertibkan Taksi Uber, Satgas Tatib Diskriminatif

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 16:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia Traffic Watch (ITW) mendukung penuh Satuan Tugas (Satgas) Tata Tertib (Tatib) gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan DKI dan Satpol PP  yang akan melakukan operasi terhadap pelanggar lalu lintas.

Namun diingatkan, Satgas jangan bertindak diskriminatif.

"Semua pihak yang melakukan pelanggaran atau yang tidak sesuai dengan ketentuan harus ditindak tanpa pilih bulu," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Selasa (15/9).


Menurutnya, dalam hukum kedudukan semua warga negara sama, tidak boleh ada yang mendapat prioritas, apalagi menjadikan sebuah kelompok menjadi sasaran utama.

"Penindakan oleh Satgas Tatib harus dilakukan kepada siapapun, baik pengendara sepeda motor, mobil, taksi uber, omprengan, ojek, gojek, parkir sembarangan dan semua bentuk pelanggaran apalagi yang sudah membahayakan diri pengendara dan orang lain," papar dia.

Edison menyesalkan pernyataan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin yang menyebut  bahwa fokus atau sasaran utama Satgas adalah Taksi Uber dengan alasan melanggar UU Lalu Lintas dan Kepmenhub serta Pergub.

"Apakah ojek dan gojek dan sejenisnya tidak melanggar undang-undang? Sepertinya Satgas Tatib ini pesanan," kata Edison.

ITW mengajak semua masyarakat khususnya pengguna jalan raya ikut berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap Satgas Tatib, agar tidak bertindak semena-mena dan diskriminatif. Tidak kalah pentingnya adalah kesadaran tertib lalu lintas masyarakat harus terus ditingkatkan, guna terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas.

"Satgas Tatib diharapkan menjadi tonggak awal dimulainya penindakan terhadap semua bentuk pelanggaran lalu lintas, termasuk perizinan angkutan umum dan angkutan ilegal yang kian marak di ibukota Jakarta," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya