Berita

Gus Irawan Pasaribu/net

Politik

Gerindra: Sidang Setnov Cs Sarat Politis

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 12:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Politisi Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu menilai sidang dugaan pelanggaran kode etik oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait pertemuan Ketua DPR Setya Novanto Cs dengan bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump, sarat kepentingan politik.

"Tentu saja ini sangat mudah ditumpangi secara politis," kata wakil ketua Komisi XI DPR itu, Selasa (15/9).

Apalagi, lanjut Gus Irwan, pertemuan diplomasi itu sudah dikait-kaitkan dengan wacana kocok ulang pimpinan DPR. Ditambah, sebelumnya PAN menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi-JK.


Menurutnya, pertemuan itu tidak perlu diributkan lagi. Terlebih Setya Novanto bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon sudah menjelaskan tidak deal-deal dalam pertemuan itu, termasuk tidak ada pemberian dukungan kepada Trump sebagai bakal capres AS.

Jelas Gus Irawan, yang mesti dipertanyakan dan dikritisi adalah, soal rangkapan jabatan tiga kader menteri asal PDI-P‎ di kabinet, Puan Maharani (Menko  PMK), Tjahjo Kumolo (Mendagri) dan Pramono Anung (Seskab). Menjalani tugas setahun di Kabinet Kerja, khususnya Puan dan Tjahjo, nama mereka masih tercatat sebagai anggota DPR dan belum di-PAW.

"Yang ini sangat jelas pelanggaran UU. Yaitu UU MD3 dan UU terkait rangkap jabatan," tukas Gus Irawan yang juga Ketua DPD Gerindra Sumut itu.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya