Berita

Hukum

Kenapa KPK Tunggu Salinan Kasasi untuk Jerat Pelaku Lain Kasus Cantury?

SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 | 00:41 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak mengembangkan kasus korupsi ‎pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan bailout Bank Century dipertanyakan.

‎Peneliti Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar, mengatakan pengembangan kasus Century seharusnya tidak bergantung pada salinan putusan kasasi Budi Mulya.

‎KPK, kata Erwin, seharusnya proaktif mencari alat bukti keterlibatan pihak lainnya dalam kasus ini.

‎"Saya tidak sepakat jika KPK harus  bergantung pada putusan BM (Budi Mulya). KPK harus proaktif mencari alat bukti lain," katanya kepada wartawan Senin (14/9). ‎

K‎PK, menurut Erwin, tidak bisa menitikberatkan pada kerugian negara saja di dalam membongkar kasus Century, tetapi juga harus membuktikan adanya mens rea atau niat jahat pihak-pihak yang disebut terlibat kasus ini.

‎Sejauh ini, kata Erwin, baru Budi Mulya yang terbukti memiliki mens rea berupa conflict of interest karena pernah bertransaksi dengan Century.

‎"Mens rea itu niat jahat. Bagaimana membuktikannya, itu harus diobjektifkan. Bagaimana caranya, ya harus ada serangkaian perbuatan yang menurut akal sehat menuju kepada niat jahat," paparnya.

‎Cara sederhana untuk membuktikan mens rea, kata dia, salah satunya adalah membuktikan ada conflict of interest. Nah sejauh ini, baru Budi Mulya yang ketahuan pernah bertransaksi dengan Bank Century.

‎Lebih jauh, Erwin mengatakan, s‎alinan putusan kasasi MA terhadap Budi Mulya memang sangat penting untuk dijadikan alat bukti yang otentik. Namun dia menyayangkan KPK terlalu berharap Budi Mulya sebagai pintu masuk.

‎"KPK nampaknya kesulitan mencari mens rea aktor-aktor lain. Baru Budi Mulya yang ditemukan terdapat conflict of interest. KPK nampaknya hati-hati dalam kasus Bank Century ini, karena KPK bisa terjatuh dalam memidana kebijakan," tukasnya.‎

‎Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Johan Budi SP menegaskan, pihaknya masih menunggu MA mengirimkan salinan putusan atas kasasi MA.

‎"Kita masih tunggu, minggu lalu belum. Minggu ini saya harus tanya dulu," kata Johan.

‎Putusan kasasi Budi Mulya diketahui telah ditetapkan MA sejak April lalu. Johan membantah pihaknya tidak proaktif menagih salinan putusan tersebut.

‎Dikatakan, KPK telah proaktif menanyakan salinan putusan saat lembaga peradilan tertinggi itu baru menetapkan putusan.

‎"Kita awal-awal dulu pernah menanyakan," katanya.

‎Johan mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab MA belum juga mengirimkan salinan putusan Budi Mulya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya