Berita

Politik

Empat Pilar Bisa Disosialisasikan Lewat Novel

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 22:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Novel karya Belinda Gunawan berjudul "Novel Dalam Sastra Indonesia, Kini & Masa Depan Lewat Potret Rahasia Evalina" di bedah di Ruang Perpustakaan MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 14/9).

Pembedah adalah anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Popoy Otje Djundjunan, novelis Maman Suherman, dan pengarang novel Belinda Gunawan.

Kepala Biro Humas Setjen MPR Ma'ruf Cahyono dalam sambutannya mengatakan, bedah buku merupakan salah satu varian kegiatan MPR yang juga untuk mempublikasikan tentang nilai-nilai 4 Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan tugas MPR sebagaimana diamanatkan UU Nomor 17 Tahun .


Oleh karena itu menurut Ma’ruf, sangat relevan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dari nilai-nilai 4 Pilar lewat kegiatan itu.

Salah satu komitmen MPR melalui wewenang dan tugas yakni memiliki visi yang cukup bagus tak hanya menempatkan diri sebagai organ tata negara tetapi juga menjadi rumah kebangsaan. Dari sinilah maka MPR mempunyai posisi strategis untuk pengawalan nilai-nilai ke-Indonesia-an.

Untuk itu posisi MPR adalah mewadahi seluruh elemen masyarakat. Dari sini maka tak ada lembaga selengkap MPR. DPR mempunyai tugas tersendiri, demikian juga DPD.

Para pendiri bangsa memang membentuk MPR sebagai rumah rakyat. MPR diharapkan menjadi tempat menampung seluruh pikiran dan aspirasi rakyat, pikiran ke depan yang lebih baik dengan tetap berlandaskan 4 Pilar.

Dalam soal bedah buku, Ma’ruf menerangkan, acara itu merupakan sangat bagus dan relevan untuk membumikan nilai-nilai 4 Pilar oleh para penulis. Meski metode sosialisasi sudah banyak dan beragam.

Novel yang memiliki segmen anak muda bagi Ma’ruf merupakan media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral tentang ke-Indonesia-an, juga memberi kesadaran kepada masyarakat tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ma’ruf mengharap kepada penulis dalam berkarya memunculkan pesan-pesan moral untuk memperkokoh karakter bangsa sehingga memberi kontribusi dalam pembentukan dan pembangunan karakter. Sasaran yang ingin dicapai tidak hanya dikursus namun juga membangun pola pikir.[dem]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya