Berita

Fadli Zon Suruh Pengkritiknya Baca UU MD3

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 19:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tidak khawatir soal adanya wacara pergantian pimpinan dewan yang digembar-gemborkan. Dia justru meminta kepada pihak-pihak yang mewacanakan kocok ulang kursi pimpinan parlemen agar melakukannya sesuai aturan.

"Kalau ada yang mau ganti pimpinan DPR ya sesuak prosedur aja. Itu niatnya saja kali mereka, tapi kalau di pimpinan (parpol) sendiri enggak ada niatan itu," kata wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).

Pertemuan rombongan Ketua DPR Setya Novanto dengan bakal Calon Presiden AS Donald Trump, saat ini tengah diproses Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dengan dugaan melanggar kode etik dewan.


Menanggapi hal tersebut, Fadli menyatakan, pihak-pihak yang melaporkannya haruslah kembali mempelajari Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3). Sebab menurutnya, fungsi DPR bukan hanya pengawasan, budgeting dan legislasi, tetapi juga diplomasi.

"Kalau bilang ada yang melanggar konstitusi, dia harus belajar lagi UU MD3. UU MD3 ada peran diplomasi hakekatnya kepentingan nasioanal," ujar Fadli.

Fadli menyayangkan pihak-pihak tersebut mengurusi hal-hal yang tidak terlalu penting, namun mengabaikan urusan negara salah satunya tidak menyoroti masalah pemerintahan.

"Ironis mereka bela rakyat tapi ada masalah nggak diteriakin. Selama ini nggak pernah kedengeran kritis pemerintah tapi tau-tau ngurusin Donal Trump. Move on lah, banyak masalah yang terjadi, jamaah haji wafat.    Jangan manuver politik," ‎tukas Fadli.

Isu kocok ulang pimpinan DPR semakin mencuat pasca pertemuan Setya Novanto Cs dengan Donat Trump, terlebih dengan bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintahan Jokowi-JK. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya