. Sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo, Piala Presiden berjalan dengan terbuka, fair dan transparan. Apalagi sejak awal, SC dan OC Piala Presiden juga menandatangani kerjasama dengan Price Waterhouse Coopers (PWC), yang merupakan salah satu kantor jasa professional audit terbesar dan terpercaya.
"Dengan demikian, pertandingan ini diaduit secara profesional. Sebagaimana permintaan Pak Jokowi, pertandingan harus transparan dan terbuka. Kita memang mau transpransi ini bukan hanya basa-basi. Ini harus dibuktikan di lapangan," kata Ketua SC Maruarar Sirait beberapa saat lalu (Senin, 13/9).
"Kita harus buktikan ini diaudit secara terbuka. Kita awasi terus agar akuntabilitas terukur dan benar-benar dilakukan. Kita harus jaga kepercayaan semua pihak, termasuk klub, sponsor, pemain dan publik," sambung Maruarar.
Dihubungi terpisah, pihak Price Waterhouse Coopers (PWC), Irhoan Tanudierdja, memastikan sejak kerja sama dilakukan dengan penyelanggara Piala Presiden, PWC komitmen menjaga profesinalitas. Profesionalisme serta nama besar PWC bisa menjadi semacam jaminan dalam melakukan audit. Irhoan memastikan bila selama ini juga berkomunikasi dengan Mruarar agar memang pertandingan ini berjalan transparan dan terbuka. Apalagi semua pihak punya niat baik untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.
Sedangkan CEO Mahaka Sport, Hasani Abdul Gani, memastikan bila pihaknya sudah bekerja maksimal dalam menyelenggaran pertandingan ini. Ia pun menegaskan bahwa hak-hak kepada klub sudah dijalankan sebagaimana yang telah disampaikan sejak awal.
"Hingga saat ini, komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan SC, Bapak Maruarar, berjalan dengan baik. Kami memang sama-sama berangkat dari niat baik untuk memperbaiki sepakbola Indonesia," ungkap Hasani.
Hingga saat ini, semua pihak memang merasakan kegembiraan dalam turnamen Piala Presiden. Sebab utama, Piala Presiden 2015 ini berjalan dengan fair dan transparan.
""Ke depan, pertandingan yang digelar PSSI atau liga lain bisa mencontoh pertandingan ini," kata Manajer Bali United, Yabes Tanuri, saat dihubungi wartawan akhir pekan ini.
Hal yang sama disampaikan pelatih Bali United, Indra Sjafri. Indra merasa dan percaya turnamen ini merupakan bagian dari langkah perubahan sepakbola menuju ke arah yang lebih baik. Ia pun sangat terkesan dengan sosok Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait yang selalu mengontrol sampai lapisan terbawah, sampai ke pelatih dan pemain.
"Pak Ara mau awasi langsung dengan terus kroscek agar sesuai harapan. Pak Ara benar-benar melindungi hak-hak pemain," kata Indra.
Demikian juga Direktur Operasional Mitra Kukar, Suswanto. Bagi Suswanto, turnamen ini benar-benar menjadi surprise. Semua pihak menjalankan komitmen dengan baik dan menjunjung tinggi profesionalisme. Baru kali ini, pertandingan sepakbola keluar dari citra kekerasaan maupun pengaturan skor.
Sementara Direktur Klub PSM Makassar, Sumirlan, juga merasa bangga dan gembira dengan Piala Presiden. Turnamen ini berhasil digelar dengan transparan, fair-play, dan dengan kualitas wasit yang sangat bagus serta berani. Sumirlan pun memuji kinerja Ketua SC Maruarar Sirait, yang bekerja dengan profesional dan penuh perhatian. Maruarar selalu menanyakan perkembangan dan nasib klub, dan selalu menjaga komunikasi dengan baik.
Senada disampaikan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Selain kepada penyelenggara, Umuh juga mengaku bangga dan gembira sebab turnamen ini memiliki Ketua SC model Maruarar Sirait. Maruarar benar-benar komunikatif, dialogis, dan selalu bertanya langsung untuk mengawasi komitmen yang telah dijanjikan penyelenggara kepada klub.
[ysa]